The Influence of Traditional Dayak Desa Leadership Values on Community Harmony in Sekadau Regency
Keywords:
Traditional leadership, Dayak Desa, social harmony, indigenous leadershipAbstract
This study explores the influence of traditional leadership values within the Dayak Desa community on social harmony in Sekadau Regency, West Kalimantan. Rooted in local wisdom, the leadership practices of the Dayak Desa are based on principles such as costumary justice, communal consensus, moral exemplarity, restorative conflict resolution, and collective solidarity. Using a qualitative approach, the research involved in-depth interviews and participatory observation. The findings reveal that customary leaders, such as the temenggung, play a central role in maintaining social order, resolving disputes, and upholding ethical standards. These leadership values foster a strong sense of belonging, mutual respects, and social cohesion. However, the study also highlights challlenges related to the generational gap, where younger members are becoming less engaged in traditional practices. Strategic efforts involving cultural educational and intergenerational dialogue are essential to ensure the sustainability and relevance of customary leadership values in the face of medernization. This research underscores the critical role of traditional leadership in preserving communal harmony and cultural identity.
Downloads
References
Al Amin, Z. F., & Maruf, M. F. (2020). Pelaksanaan Prinsip Transparansi Dalam Pengelolaan Dana Desa (Studi Kasus Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Journal Publikas, 8(3).
Annisa Dwi Lestari, Dhea Frastika, Mita, & Diaz Restu Darmawan. (2023). EKSISTENSI KETUA ADAT DAYAK DESA PADA KOMUNITAS RUMAH BETANG. Jurnal Adat Dan Budaya Indonesia, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.23887/jabi.v5i1.53999
Arkanudin, A.-, & Rupita, R. (2021). Keberlangsungan Adat Suku Dayak Ribun di Sanggau Kalimantan Barat: Suatu Tinjauan Etnografi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 7(3), 27. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.419
Bamba, J. (Ed). (2008). Mozaik Dayak Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat. Institut Dayakologi.
Dirkareshza, R., Novyana, H., Surahmad, S., & Nurhalizah, A. (2024). Penyelesaian Sengketa pada Masyarakat Hukum Adat Urug melalui Studi Etnografi. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 10(2), 218–226. https://doi.org/10.23887/jiis.v10i2.83772
Fadrullah, I., & Syam, F. (2024). Kepala Adat Sebagai Elite Sosial Dan Politik: Manifestasi Hegemoni Nilai Adat Dalam Praktik Kepemimpinan Tradisional. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 45(1), 41–49. https://doi.org/10.47313/jidb.v45i1.3035
Fidyah Apriliani Fidori, Himmatut Taqiyah, Ayyul Fariqoini, & Mualimin Mualimin. (2024). Manajemen Konflik Dalam Organisasi Masyarakat Pendekatan Dan Praktik Dalam Konteks Islam. Student Research Journal, 2(6), 107–118. https://doi.org/10.55606/srj-yappi.v2i6.1631
Kwirinus, D. (2022). Prosesi Perkawinan Adat pada Suku Dayak Desa di Sekadau Kalimantan Barat. Balale’ Jurnal Antropoogi, 3(2), 115–132.
Lodra, I. N. (2020). Analisis Wacana Resistensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Budaya Global Oleh Pelaku Seni Indonesia Khususnya Di Bali. Mudra Jurnal Seni Budaya, 35(3), 308–316. https://doi.org/10.31091/mudra.v35i3.1112
Mikael, A. A. (2010). Adat Istiadat dan Hukum Adat. PPSDAK Pancur Kasih.
Ndraha, A. B., Marwiyah, S., Amiq, B., & Prawesthi, W. (2025). Penerapan Hukum Pidana Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Pertanahan Pada Masyarakat Adat Dayak di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum, 5(1).
Nyaming, F. G. (2020). Tradisi Beduruk Suku Dayak Desa Harmonisasi antara Tuhan, Manusia, dan Alam. Penerbit Sekaban.
Prayoga, P. L., Adi, A., & Yase, K. K. (2024). Penerapan Sanksi Singer dalam Kasus Pidana Ringan di Kedemangan Sebangau Kota Palangka Raya. Satya Dharma: Jurnal Ilmu Hukum, 7(2).
Reni Ardiana. (2022). Workshop “Penelitian Kualitatif” Sebagai Pembekalan Mahasiswa Semester Akhir untuk Menyelesaikan Skripsi. JPKM, 2(1), 49–54.
Seran, E. Y., Awang, I. S., & Serani, G. (2923). NIlai Budaya Dayak Desa Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Jenjang Sekolah Dasar. Caruban: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(3), 392–402.
Seran, E. Y., & Mardawani, M. (2020). KEARIFAN LOKAL RUMAH BETANG SUKU DAYAK DESA DALAM PERSPEKTIF NILAI FILOSOFI HIDUP (Studi Etnografi: Suku Dayak Desa, Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai). JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(1), 28–41. https://doi.org/10.31932/jpk.v5i1.703
Sonia, T., & Sarwoprasodjo, S. (2020). Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 4(1), 113–124. https://doi.org/10.29244/jskpm.4.1.113-124
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan Populasi dan Sampel: Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657











