Developing Indonesian Language Literacy through Storytelling Activities for Elementary School Students at Pandeglang Regency
Keywords:
literacy, Indonesian, storytelling, elementary school, PandeglangAbstract
The problem of Indonesian language literacy skills in elementary school students is: low interest in reading, limited comprehension, and the lack of ability to critically comprehend reading content. Language learning activities tend to focus solely on cognitive aspects, so that students do not get a fun, contextual, and creative learning experience. Storytelling as a form of traditional literacy rich in cultural and linguistic values, has not been optimally utilized in school learning. Therefore, research is needed on the development of Indonesian language literacy through storytelling activities to improve language skills, imagination, and the ability to understand and appreciate texts. This study aims to analyze the effectiveness of storytelling activities in improving Indonesian language literacy skills among elementary school students at Pandeglang Regency. The research method used a descriptive qualitative approach involving classroom teachers, school librarians, and students in grades III–V from several elementary schools. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results indicate that storytelling activities contribute positively to vocabulary enrichment, improved listening skills, and the ability to understand and re-express story content. Supporting factors include teacher creativity, parental involvement, and the availability of reading materials. However, barriers were also identified, such as limited time, supporting facilities, and a lack of teacher training in storytelling techniques. This study recommends integrating storytelling into structured Indonesian language learning, teacher training, and providing local story sources relevant to the Pandeglang cultural context.
Downloads
References
Balitbang & Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Evaluasi Implementasi Gerakan Literasi Nasional di Sekolah. Kemdikbud.
Dewi Utama Faizah, dkk. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Direktorat Jenderal Dikdasmen, Kemdikbud.
Dewi, F. I., Suntini, S., & Hanifah, I. (2024). Metode mendongeng sebagai stimulan minat literasi membaca di SD Aisyiyah Kuningan. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, 2(1). https://doi.org/10.61124/1.renata.31
Direktorat Sekolah Dasar, Ditjen GTK Kemdikbudristek. (2023). Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar (beragam artikel mengenai pembelajaran dongeng & literasi di SD).
Haryanti, N. D., & Haryadi, H. (2019). Efektivitas metode mendongeng dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 135–143. https://doi.org/10.15294/jpbsi.v8i2.30019
Isnaini, R., & Pratama, B.A. (2020). Gerakan literasi sekolah dasar berbasis mendongeng untuk meningkatkan minat baca siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(1), 21–30.
Khotimah, H., & Sari, R. P. (2021). Strategi guru dalam mengembangkan literasi membaca melalui kegiatan mendongeng di SD. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 112–123.
Kusumaningpuri, A. R. (2023). Implementasi video dongeng berbasis kearifan lokal pada kemampuan literasi siswa kelas IV sekolah dasar. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 7(2), 479–496. https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i2.670
Lestari, D., & Maryani, T. (2022). Mendongeng berbasis kearifan lokal Banten untuk meningkatkan literasi anak sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(3), 723–734. https://doi.org/10.21831/cp.v41i3.42015
Munajah, R. (2022). Sosialisasi Pedoman dan Bahan Ajar Storytelling untuk Sekolah Dasar Kelas Rendah [Laporan pengabdian masyarakat]. LPPM Universitas Trilogi, Pandeglang.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang. (2021). Profil Pendidikan Kabupaten Pandeglang 2020/2021. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang.
Saputra, A., & Rukmini, D. (2021). Storytelling as a strategy to enhance students’ literacy skills in Indonesian language learning. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5(4), 530–538. https://doi.org/10.23887/jisd.v5i4.34572
Sari, N. P., & Yuliani, Y. (2019). Implementasi kegiatan literasi berbasis dongeng dalam meningkatkan minat baca siswa. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(2), 91–101.
Septiani, R., & Nurhadi, A. (2020). Membangun budaya literasi di sekolah dasar melalui kegiatan mendongeng. Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran, 10(1), 58–67.
Sufitri, & Setyowati, R. (2019). Pemanfaatan dongeng dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai media untuk membangun karakter siswa. Primary: Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar, 11(1), 77–84. https://doi.org/10.32678/primary.v11i01.2421
Wulandari, T., & Maulida, H. (2022). Peran komunitas literasi daerah dalam pengembangan minat baca siswa sekolah dasar di Pandeglang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 1(2), 44–52.
Yahzunka, A. N., & Astuti, S. (2022). Pengaruh penggunaan media popup book berbasis literasi digital terhadap kemampuan membaca dongeng siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(5), 8695–8703. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3909
Yusuf, E., Aulia, R., & Hanum, R. (2021). Pemanfaatan media mendongeng pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Akrab Juara, 6(1), 26–34.
Yusnita, Y., & Rahayu, N. (2018). Mendongeng sebagai metode peningkatan literasi dan pembentukan karakter siswa SD. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 67–75.











