Legal Certainty Of Regional Taxes in the Framework of Fiscal Decentralization

Authors

  • Riyo Pramato Universitas Pancasila

Keywords:

Fiscal Decentralization, Local Taxes, Legal Certainty

Abstract

This study examines legal certainty in the implementation of local taxes within the framework of fiscal decentralization in Indonesia. Fiscal decentralization is intended to strengthen regional financial autonomy and improve public service quality; however, its implementation still faces challenges such as fiscal disparities and regulatory disharmony. The research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches, analyzing both primary and secondary legal materials. The findings indicate that Law No. 1 of 2022 has enhanced local taxing authority and promoted policy harmonization, yet its application remains suboptimal due to limited regional capacity and inconsistent norms. Regulatory harmonization, tax system digitalization, and strengthened coordination between central and local governments are essential to ensure legal certainty.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Halim. (2014). Akuntansi keuangan daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Adissya Mega Christia & Budi Ispriyarso. (2019). Desentralisasi fiskal dan otonomi daerah di Indonesia. Law Reform, 15(1).

Afifulloh, A., T. A. SN, & S. Hadiyantina. (2023). Politik hukum pengaturan pajak dan retribusi daerah pasca Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Klausula (Jurnal Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi, Pidana dan Perdata), 2(2).

Ali, Z. (2021). Metode penelitian hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

“Empat Tujuan Besar Desentralisasi Fiskal Indonesia”. (2025). Pajak.com. Diakses 31 Oktober 2025.

“Evaluasi Perda Pungutan di Era UU No. 28 Tahun 2009”. (2025). Diakses 31 Oktober 2025.

Ibrahim, J. (2018). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Kartika, A. A., Sitorus, A. M., Siagian, P. A., & Panjaitan, R. (2023). Pengimplementasian kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah terhadap hubungan keuangan daerah pusat dan daerah. Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen, 3(3).

Marzuki, P. M. (2019). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Jakarta: Kencana.

Nai, R. S. (2024). Pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Sikka Tahun 2023. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif, 2(3).

Ningsih, K. S., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2023). Desentralisasi fiskal dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 7(3).

Shandy, N. A. R., & Wardhana, A. F. G. (2022). Bagaimana hubungan pusat dan daerah pasca penetapan Undang-Undang Cipta Kerja? Kasus penetapan pajak daerah. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(1).

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2001). Penelitian hukum normatif. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

“UU HKPD Berlaku, Pemda Harus Kreatif Gali Pendapatan Daerah”. (2025). SSAS Indonesia. Diakses 2 November 2025.

“Wamendagri Beberkan 6 Titik Kebocoran PAD, 90% Daerah Kapasitas Fiskalnya Lemah”. (2025). Detik Finance. Diakses 31 Oktober 2025.

“Jelang Penerapan Aturan Pajak Daerah UU HKPD, Ini Masih Jadi PR Pemda”. (2025). DDTC News. Diakses 2 November 2025.

“Penerimaan Pajak Daerah Tertekan, UU HKPD Tantang Kesiapan Daerah”. (2025). IKPI. Diakses 2 November 2025.

Downloads

Published

2026-01-13

How to Cite

Riyo Pramato. (2026). Legal Certainty Of Regional Taxes in the Framework of Fiscal Decentralization. Jurnal Multidisiplin Sahombu, 6(01), 185–195. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/JMS/article/view/7796