The Effectiveness of Deprivation of Voting Rights as an Additional Punishment Against Perpetrators of Corruption Crimes

Authors

  • Bayu Agung Pratama Fakultas Hukum, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia

Keywords:

lVoting Rights, Corruption, Criminalization, Political Rights

Abstract

This study examines the effectiveness of revocation of voting rights as a form of additional punishment that can be imposed on perpetrators of corruption in the Indonesian criminal justice system. Corruption has become an extraordinary crime that causes state losses and hampers national development. Through a normative juridical approach with doctrinal research methods, this research analyzes the legal basis, implementation, and implications of revocation of voting rights as an alternative punishment to provide a deterrent effect. The results show that the revocation of voting rights as stipulated in Article 10 letter b of the Criminal Code in conjunction with Article 35 paragraph (1) number 3 of the Criminal Code and Article 18 paragraph (1) letter d of Law Number 31 Year 1999 jo. Law Number 20 Year 2001 on the Eradication of Corruption has a strong juridical basis, but its implementation is still limited. This research finds that the revocation of voting rights can be effective if applied consistently by considering proportionality and rehabilitative aspects. Challenges in its implementation include the absence of an effective monitoring mechanism and resistance from various parties. This study recommends the need to strengthen regulations on execution and supervision mechanisms, formulate clear sentencing guidelines, and harmonize regulations related to revocation of voting rights with election and human rights laws to increase the effectiveness of revocation of voting rights as a comprehensive corruption eradication effort.

References

Achjani Zulfa, E. (2011). Pergeseran paradigma pemidanaan. Bandung: Lubuk Agung.

Alkostar, A. (2009). Korelasi korupsi politik dengan hukum dan pemerintahan di negara modern. Jurnal Hukum, 16(2), 155-170.

Alkostar, A. (2022). Pencabutan hak politik dalam putusan korupsi. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Implementasi Undang-Undang Tipikor, Jakarta, 10 Maret.

Asshiddiqie, J. (2014). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Bentham, J. (1907). An introduction to the principles of morals and legislation. Oxford: Clarendon Press.

Ekaputra, M., Salle, A. (2019). Pencabutan hak politik sebagai pidana tambahan dalam perspektif hukum hak asasi manusia. Jurnal Yustisia, 8(1).

Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. New York: Russell Sage Foundation.

Hamzah, A. (2012). Asas-asas hukum pidana di Indonesia dan perkembangannya. Jakarta: Sofmedia.

Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-prinsip hukum pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Hiariej, E. O. S. (2019). Pencabutan hak politik terhadap koruptor: Antara hak konstitusional dan hukuman. Jurnal Konstitusi, 16(2), 315-332.

Ibrahim, J. (2012). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing.

Indrayana, D. (2016). Jangan bunuh KPK: Kajian hukum tata negara penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi. Malang: Intrans Publishing.

Indrayana, D. (2019). Penguatan pencabutan hak politik sebagai sanksi pidana tambahan dalam pemberantasan korupsi. Jurnal Integritas, 5(2), 1-16.

Indrayana, D. (2023). Korupsi politik dan pencabutan hak politik. Makalah dipresentasikan pada Seminar Nasional Anti-Korupsi, Jakarta, 17 Mei.

Jeffery, C. R. (1965). Criminal behavior and learning theory. Journal of Criminal Law and Criminology, 56(3), 294-300.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2022). Laporan kajian implementasi pencabutan hak politik bagi terpidana korupsi. Jakarta.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2022). Rekomendasi penguatan sistem pencabutan hak politik bagi terpidana korupsi. Jakarta.

Lamintang, P.A.F. (2011). Dasar-dasar hukum pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Mardjono Reksodiputro. (2007). Sistem peradilan pidana Indonesia: Peran penegak hukum melawan kejahatan. Dalam Hak asasi manusia dalam sistem peradilan pidana (hlm. 84-85). Jakarta: Pusat Pelayanan Keadilan dan Pengabdian Hukum Universitas Indonesia.

Muladi. (1995). Kapita selekta sistem peradilan pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Muladi Barda Nawawi Arief. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana. Bandung: Alumni.

Packer, H. L. (1968). The limits of the criminal sanction. Stanford: Stanford University Press.

Peter Mahmud Marzuki. (2017). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Philipus M. Hadjon. (1994). Pengkajian ilmu hukum dogmatik (normatif). Yuridika, 9(6), 14.

Rahardjo, Satjipto. (2006). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ramsiah, Tasruddin. (2015). (definisi dari sales promotion yang digunakan) (tidak tercantum lengkap di daftar pustaka, perlu diberika info lebih lengkap)

Romli Atmasasmita. (2002). Korupsi, good governance dan komisi anti korupsi di Indonesia. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman dan HAM RI.

Saldi Isra. (2009). Kekuasaan dan perilaku korupsi: Catatan hukum. Jakarta: Kompas.

Santoso, Topo. (2017). Problematika pencabutan hak politik bagi koruptor. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 47(1), 22-41.

Santoso, Topo. (2023). Menguji efikasi pencabutan hak politik bagi koruptor. Makalah dipresentasikan pada Konferensi Nasional Hukum Tata Negara ke-6, Makassar, 2-5 September.

Soekanto, Soerjono. (2010). Pengantar penelitian hukum. Jakarta: UI Press.

Soekanto, Soerjono & Mamudji, Sri. (2015). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudikno Mertokusumo. (2009). Penemuan hukum: Sebuah pengantar. Yogyakarta: Liberty.

Susan Rose-Ackerman. (1999). Corrupt and government: Causes, consequences, and reform. Cambridge: Cambridge University Press.

Transparency International Indonesia. (2023). Laporan studi: Persepsi publik terhadap sanksi pidana korupsi. Jakarta.

Uggen, C., Larson, R., Shannon, S. (2016). 6 million lost voters: State-level estimates of felony disenfranchisement, 2016. The Sentencing Project.

Waluyo, B. (2014). Optimalisasi pemberantasan korupsi di Indonesia. Jurnal Yuridis, 1(2), 169-182.

Widodo Ekatjahjana. (2011). Mencabut hak pilih dan dipilih dalam pemilu: Analisis dari perspektif keadilan pemidanaan. Jurnal Konstitusi, 8(4), 515-530.

Yesmil Anwar Adang. (2008). Pembaruan hukum pidana: Reformasi hukum pidana. Jakarta: Grasindo.

Zainal Arifin Mochtar. (2016). Penataan lembaga politik dalam kerangka pemberantasan korupsi di Indonesia. Jurnal Mimbar Hukum, 28(3), 415-429.

Zainal Arifin Mochtar. (2019). Harmonisasi peraturan perundang-undangan dalam pemberantasan korupsi. Jurnal Legislasi Indonesia, 16(4), 469-483.

Zehr, H. (1990). Changing lenses: A new focus for crime and justice. Scottdale: Herald Press.

Downloads

Published

2025-06-21

How to Cite

Bayu Agung Pratama. (2025). The Effectiveness of Deprivation of Voting Rights as an Additional Punishment Against Perpetrators of Corruption Crimes. Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum, 15(02), 580–590. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/Justi/article/view/6783