Legal Review of Criminal Acts of Human Trafficking (Tppo) Study of Decision Number 1049/Pid.Sus/2024/PN.Mdn
Keywords:
Human Trafficking Crime, Law Enforcement, Judicial Considerations, Court Decisions, Victim ProtectioAbstract
Human trafficking is a serious crime that violates human rights and human dignity. This study aims to analyze law enforcement and the judge's considerations in Decision Number 1049/Pid.Sus/2024/PN.Mdn regarding the crime of human trafficking, with a focus on the application of Law Number 21 of 2007 concerning the Eradication of the Crime of Human Trafficking. The research method used is a qualitative case study approach, reviewing court decision documents, legal literature, and other secondary sources. The results of the study indicate that law enforcement against perpetrators of human trafficking in this decision has fulfilled the elements of the crime, namely recruitment, transportation, and exploitation, with the modus operandi being the abuse of the victim's vulnerable position. The judge's considerations are based on valid evidence, including witness statements, transaction documents, and expert analysis. The criminal sanctions imposed, namely 7 years imprisonment and a fine of Rp200,000,000, are considered proportional and in accordance with the provisions of the law. However, the study also identifies challenges in proving the elements of exploitation and protecting victims. In conclusion, this ruling reflects a serious effort to enforce the law against human trafficking, although capacity building of law enforcement officers and inter-agency coordination are needed to address the complexity of similar cases in the future. This study provides recommendations for officer training, optimizing the role of the Witness and Victim Protection Agency, and community outreach for human trafficking prevention
References
S. Sulistyawati, “Analisis Perbandingan Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (T.P.P.O) (Studi Putusan Nomor 632 K/Pid.Sus/2016 dan Putusan Nomor 1447 K/Pid.Sus/2016),” Jurnal Ilmiah Dinamika Hukum, vol. 21, no. 2, pp. 43–60, 2019, doi: 10.35315/dh.v21i2.7221.
A. P. S. Wibowo, A. Fransiska, F. H. E. Nugroho, Feronica, N. Adipradana, dan T. Windayani, Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang: Kajian Hukum dalam Perspektif Nasional dan Internasional. Jakarta: Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 2020.
D. S. Purwanegara, “Penyidikan Tindak Pidana Perdagangan Orang melalui Media Sosial,” Jurnal Sosiologi Dialektika, vol. 15, no. 2, pp. 118–127, 2020, doi: 10.20473/jsd.v15i2.2020.118-127.
M. F. M. Putra, Hak Asasi Manusia (Landasan, Perkembangan dan Tantangan). Daerah Istimewa Yogyakarta: PT. Green Pustaka Indonesia, 2024.
B. S. Daud dan E. Sopoyono, “Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Perdagangan Manusia (Human Trafficking) di Indonesia,” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, vol. 1, no. 3, pp. 352–365, Sep. 2019, doi: 10.14710/jphi.v1i3.352-365.
N. Utami, “Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking) Terhadap Mahasiswa Indonesia Melalui Program Magang di Jerman,” Qanuniya: Jurnal Ilmu Hukum, vol. 1, no. 1, pp. 1–9, 2024, doi: 10.15575/qanuniya.v1i1.816.
M. Ibad dan J. Nurani, “Tindak Pidana Terhadap Perdagangan Orang dalam Perspektif Hak Asasi Manusia di Wilayah Kepolisian Daerah Jawa Timur,” Jurnal Hukum dan Keadilan, vol. 12, no. 1, pp. 21–36, 2023, doi: 10.56943/judiciary.v12i1.153.
M. I. W. Pratama, “Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007,” Jurnal Fakta Hukum, vol. 1, no. 2, pp. 59–73, 2023, doi: 10.58819/jurnalfaktahukum(jfh).v1i2.56.
N. Riana, “Pertanggungjawaban Pidana Korporasi dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang,” Tesis, Program Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Surabaya, 2016.
R. Amelia, Strategi Pemerintah Indonesia dalam Penanganan Korban TPPO Pekerja Migran Indonesia Non-Prosedural Asal Sumatera Selatan di Kamboja, Skripsi, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Sriwijaya, Indralaya, 2025.
A. N. Hidayah dan L. K. Adi, “Penyuluhan Aspek Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang: Penyebab dan Upaya Penanganan,” Jurnal Besaoh, vol. 3, no. 2, pp. 12–27, 2024, doi: 10.33019/besaoh.v3i02.4532.
C. Sholeh, S. F. Riyadi, R. O. P. Chairin, A. Efritadewi, dan H. D. Karniya, “Sosialisasi Pencegahan Human Trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam,” Indonesian Community Service and Empowerment Journal (IComSE), vol. 4, no. 2, pp. 447–455, 2024.
Alfitra, Modus Operandi Pidana Khusus di Luar KUHP: Korupsi, Money Laundering, & Trafficking, Cet. 1. Jakarta: Raih Asa Sukses, 2014.
Virginia, “Upaya Menanggulangi Tindak Pidana Terhadap Kasus Perdagangan Manusia di Nusa Tenggara Timur,” JLEB: Journal of Law, Education and Business, vol. 2, no. 1, pp. 259–262, 2024, doi: 10.57235/jleb.v2i1.1612. (Catatan: situs sumber PDF terblokir verifikasi robot saat saya cek, jadi detail ini mengikuti data yang Anda tulis.)
M. Kamal, Human Trafficking: Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Manusia di Indonesia. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn), 2019.
I. B. A. Pidada et al., Tindak Pidana dalam KUHP, E. Damayanti (Ed.). Bandung: Widina Bhakti Persada, 2022. ISBN: 9786234591781.











