Acquisition Of Ownerless Land In The 150 KV Ketapang–Sukadana Transmission Line Project

Authors

  • Dadang Hardiana Magister Ilmu Hukum, Universitas Al-Azhar Indonesia
  • Arina Novizas Shehbubakar Magister Ilmu Hukum, Universitas Al-Azhar Indonesia

Keywords:

Procurement, Regulation, Land

Abstract

The acquisition of ownerless land for national strategic infrastructure projects, particularly in the electricity sector, presents significant legal and administrative challenges. Ownerless land often becomes an obstacle to development due to unclear ownership status, resulting in delays in project implementation. This study aims to analyze the legal framework, regulatory implementation, and administrative constraints in the acquisition of such land. A normative legal research method is employed, utilizing statutory and case study approaches—specifically, the 150 kV Ketapang–Sukadana High Voltage Overhead Line (SUTT) project. Data were analyzed qualitatively through literature reviews, legal documents, and relevant reports. The findings indicate that the regulation concerning the use of ownerless land for public purposes and its financing is governed by Law No. 2 of 2012 on Land Acquisition for Development in the Public Interest and Supreme Court Regulation (PERMA) No. 3 of 2016. However, the implementation of these regulations remains problematic due to misinterpretations among stakeholders. Administrative constraints also arise from difficulties in obtaining complete documentation. These conditions have led to delays in national strategic projects and economic inefficiencies. Therefore, regulatory harmonization, data integration among relevant agencies, and capacity-building for involved parties are essential to enhance the efficiency of land acquisition processes.

References

konflik tenurial di kawasan hutan. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 18(2), 1–12. https://doi.org/10.31849/forestra.v18i2.11704

Afifah, F., & Warjiyati, S. (1993). Tujuan, fungsi, dan kedudukan hukum. Ilmu Hukum Wijaya Putra, 2(2), 143–145.

Aisyah Juliviani Ismanto, & Saleh, M. (2024). Kepastian hukum dalam pembuatan sertipikat hak tanggungan secara elektronik. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(1), 188–204. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i1.2226

Bachtiar. (2019). Metode penelitian hukum (O. Yanto, Ed.; Issue 1). Unpam Press. https://www.unpam.ac.id

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. (2019). Pembangunan tapak tower di atas lahan yang tidak diketahui kepemilikannya. Pontianak, Indonesia.

Bedner, A., & Arizona, Y. (2019). Adat in Indonesian land law: A promise for the future or a dead end? Asia Pacific Journal of Anthropology, 20(5), 416–434. https://doi.org/10.1080/14442213.2019.1670246

Darwance, Salfura, R. D., & Yokotani. (2018). Pembukaan lahan perkebunan perspektif Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria (Studi terhadap pembukaan lahan perkebunan lada di Desa Pasirputih, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan). Jurnal Hukum Progresif, 12(2), 2118–2130.

Djokdja, D. O., Laturette, A. I., & Radjawane, P. (2025). Position of consignment in land acquisition whose whereabouts are unknown. TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 84–93. https://doi.org/10.47268/tatohi.v5i2.2957

Gayo, A. A. (2018). Perlindungan hukum hak atas tanah adat (Studi kasus di Provinsi Aceh khususnya Kabupaten Bener Meriah). De Jure: Jurnal Penelitian Hukum, 18(3), 15–28.

Harjono, D. K. (2022). Akibat hukum dan kekaburan norma dalam pengaturan undang-undang tentang tanggung jawab sosial perseroan terbatas. Veritas et Justitia, 8(2), 444–460. https://doi.org/10.25123/vej.v8i2.5742

Isnaeni, & Lubis, A. A. (2021). Hukum agraria Indonesia: Pelaksanaan PTSL dan penyelesaian konflik agraria. CV. Pustaka Prima.

Karjoko, L., Rosidah, Z. N., & Handayani, I. G. A. K. R. (2019). Refleksi paradigma ilmu pengetahuan bagi pembangunan hukum pengadaan tanah. Jurnal Bestuur, 7(1), 1–14.

Machmud, A., Wibowo, B. R., Widjaja, G., & Nurhadi, C. C. (2022). Land pawning in the archipelago: A study of legal anthropology. Baltic Journal of Law & Politics, 15(1), 199–218.

Manullang, E. F. M. (2022). Misinterpretation of Gustav Radbruch’s philosophical doctrine of validity in legislation. Undang: Jurnal Hukum, 5(2), 453–480. https://doi.org/10.22437/ujh.5.2.453-480

Muhtar, M. H., Harun, A. A., Putri, V. S., Apripari, & Moha, M. R. (2024). Addressing the paradox: Why environmental constitutionalism is more than just rights? E3S Web of Conferences, 506, 06004. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202450606004

Ndraha, A. B., Marwiyah, S., Bachrul Amiq, & Prawesthi, W. (2025). Penerapan hukum pidana adat dalam penyelesaian sengketa pertanahan pada masyarakat adat Dayak di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum, 5(1), 41–53.

Ojani, C., Baez Ullberg, S., & Vonderau, A. (2024). Infrastructures and environments in late industrialism: An introduction. Kritisk Etnografi: Swedish Journal of Anthropology, 7(1), 9–25. https://doi.org/10.33063/diva-544568

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke Pengadilan Negeri dalam Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. (2016).

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. (2012).

Pramuji, S. E., & Putri, V. S. (2021). Meninjau efektivitas penegakan hukum penataan ruang dalam rangka mewujudkan tertib tata ruang. Jurnal Pertanahan, 10(1), 91–107. https://doi.org/10.53686/jp.v10i1.35

Prawesthi, W. (2023). The concept of justice in compensation arrangements to realize the establishment of national law. Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 22(3), 1–12.

Rahmiwita, E. (2017). Kepastian hukum jaminan hak atas tanah yang tidak terdaftar dalam perjanjian kredit bank di Sumatera Utara. Jurnal Hukum, n.p.

Ramadhan, A. R., Muntaqo, F., & RS, I. R. (2022). Penertiban tanah terlantar dalam rangka penatagunaan dan pemanfaatan tanah. Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 11(1), 92–103. https://doi.org/10.28946/rpt.v11i1.1799

Reposisi PLTD, PLN operasikan dua proyek di Kalimantan Barat. (2024, January 24). Garda Indonesia. https://gardaindonesia.id/reposisi-pltd-pln-operasikan-2-proyek-di-kalimantan-barat

Rizal Daeng. (2023, March 14). PLN beberkan progres SUTT 150 kV Sandai–Sukadana. Kolase. https://kolase.id/pln-beberkan-progres-sutt-150-kv-sandai-sukadana

Sahibu, N., Labatjo, R., Hipan, N., & Nur, N. M. (2023). Pencabutan dan pembebasan hak atas tanah: Prosedur dan implikasinya. Jurnal Yustisiabel, 7(2), 284–306. https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v7i2.2870

Sari, N. L. A. (2021). Konsep hak menguasai negara terhadap tanah dalam hukum tanah (UUPA) dan konstitusi. Jurnal Ganec Swara, 15(1), 991–998.

Sembiring, J. (2018). Dinamika pengaturan dan permasalahan tanah ulayat. STPN Press.

Setiawan, D. B., Budiartha, I. N. P., & Widiati, I. A. P. (2023). Perlindungan hukum terhadap pemilik tanah untuk mendapatkan kompensasi atas pendirian sarana transmisi listrik di Denpasar. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(3), 335–341. https://doi.org/10.55637/jkh.4.3.8055.335-341

Shofi, Z. D. F., Subekti, R., & Raharjo, P. S. (2022). Aspek hukum ganti rugi dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum. E-Journal Komunikasi Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha, 5(1), 290–299.

Simangunsong, B. (2022). Kemitraan human dan non-human: Kebajikan ekologis dalam pelestarian rumah kita bersama. Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 7(1), 366–383. https://doi.org/10.30648/dun.v7i1.875

Sulistyaningsih, R. (2021). Reforma agraria di Indonesia. Perspektif, 26(1), 57–64. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.753

Tehupeiory, A. (2023). Land mafia case handling through the optimization of land mafia task force role. Sasi, 29(2), 214–225. https://doi.org/10.47268/sasi.v29i2.1185

Tehupeiory, A., & Simbolon, P. G. M. (2024). Extraterritorial act versus the indigenous people protection: An analysis of the European Union deforestation-free regulation. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 11(3), 405–433. https://doi.org/10.22304/pjih.v11n3.a5

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. (2012). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043.

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Hardiana, D., & Shehbubakar, A. N. (2025). Acquisition Of Ownerless Land In The 150 KV Ketapang–Sukadana Transmission Line Project. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID), 4(12), 1848–1858. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/esaprom/article/view/7572