Governance of Village-Owned Enterprises for Food Security in West Bandung Regency
Keywords:
Village-Owned Enterprises (BUMDes), Good Governance, Food Security, Rural Empowerment, West Bandung Regency.Abstract
This study aims to analyze the governance of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in strengthening food security in West Bandung Regency, identify the supporting and inhibiting factors, and formulate strategies for optimizing BUMDes governance. The study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving various stakeholders engaged in BUMDes management. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing in an interactive manner.The findings reveal that BUMDes governance in West Bandung Regency is supported by a relatively strong regulatory framework, including Government Regulation Number 11 of 2021, West Bandung Regency Regional Regulation Number 1 of 2024, and village regulations governing BUMDes operations. However, the implementation of governance has not yet been fully optimized due to limitations in human resource capacity, weak financial management, low digital literacy, limited market access, high feed costs, and the potential influence of political intervention in BUMDes management. The main supporting factors include regulatory support, village capital participation, local resource potential, and the commitment of local government institutions. BUMDes have contributed to job creation, increased village economic activities, and the stabilization of local food prices, although their impact on Village Original Revenue (PADes) and food security remains uneven.The study concludes that the optimization of BUMDes governance requires strengthening human resource capacity, digitalizing management and financial reporting systems, developing strategic partnerships, enhancing supervision and accountability mechanisms, and establishing business models integrated with food security programs. Consistent implementation of good governance principles will improve the effectiveness of BUMDes in supporting food security and enhancing the welfare of rural communities in West Bandung Regency.
References
Agung Gunanto, E.Y., Arianti, F., Kushartono, E.W. and Darwanto, D., 2016. Pengembangan Desa Mandiri Melalui Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Jurnal Dinamika Ekonomi & Bisnis, 13(1).
Afero, D. R. (2022). Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) dalam Perspektif Desentraslisasi Pembangunan (Village Owned Business Entityin Development Decentralization Perspective). Jurnal Studi Pemerintahan dan Akuntabilitas (Jastaka), 151-159.
Ahmad Mustanir, S. I., Amane, A. P., Sofyan, M. M., M, & Lopulalan, D. L. (2023). Pengantar Ilmu Pemerintahan. Widina.
Alkadafi, M. (2016). Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengelolaan Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa Menuju Asean Economic Community 2015. Jurnal El-Riyasah, 32-40.
Almashhadani, H. A. (2022). An overview of recent developments in corporate governance. International Journal of Business and Management Invention,, 39-44.
Anggraeni, M. R. (2016). Peranan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pada Kesejahteraan Masyarakat Pedesaan Studi Pada Bumdes Di Gunung Kidul, Yogyakarta. Modus, 155-168.
Arasenti, A. &. (2026). The Role of the Village Consultative Body in Village Regulation Formation in Masam Bulau Village, Tanjung Sakti Pumi District. Journal of Public Administration and Global Policy, 29-35.
Aziz, N. L. (2016). Otonomi desa dan efektivitas dana desa. Journal of Political Research,, 193-211.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Elazhari, E. &. (2025). Reformasi birokrasi dan tantangan tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat lokal: Analisis kritis terhadap implementasi sistem merit. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety.
Fahriani. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Fartini, A. S. (2024). Pemerintahan Berskala Desa Terhadap Indeks Desa Membangun. A-Empat.
Febryani, H., Nurmalia, R., Lesmana, I. M., Ulantari, N. K., Dewi, D. P., & Rizky, N. (2018). Keberadaan badan usaha milik desa (bumdes) sebagai penguatan ekonomi desa abiantuwung. . Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, , 8.
Febriyanti, R., Setiawan, A., & Rochaeni, A. (2024). TATA KELOLA BUMDES
Dalam Rangka Peningkatan Ekonomi Di Desa Mekarsari Kecamatan
Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Praxis Idealist:
Jurnal Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, 1(1).
Fkun, E. (2019). Eksistensi Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Subun Bestobe Kecamatan Insana Barat. Jurnal Poros Politik, 10-16.
Gibran, K. J. (2021). Akuntabilitas pengelolaan dana desa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di kecamatan Jangka. Jurnal Studi Pemerintahan Dan Akuntabilitas, 69-82.
Hajar, D. S. (2021). Pemerintahan Desa dan Kualitas Pelayanan Publik (Vol. 1). umsu press.
Hakim, D. R. (2025). Menjelajahi Dinamika Pangan di Era Perubahan Iklim Terhadap Dampak di Indonesia dan Proyeksi Masa Depan: A Systematic Review. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 1703-1720.
Hakim, M. L. (2025). Tinjauan Satu Dekade Kebijakan Nasional Pembangunan Desa Berkelanjutan di Indonesia. Journal of Social Contemplativa, 30-38.
Hardika, A. L. (2021). Optimalisasi Manajemen Strategi BUMDes Untuk Mewujudkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Desa Langonsari. Jurnal Online Insan Akuntan, 257-270.
Hekmatyar, V. &. (2018). Badan usaha milik desa dan pembangunan sosial di kabupaten bojonegoro. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 175-188.
Herdiana, D. (2020). Urgensi Revisi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Perihal Pembangunan Desa. Jurnal Hukum & Pembangunan.
Hidayah, U., Mulatsih, S., & Purnamadewi, Y. L. (2020). Footwear business of village owned enterprises (BUMDes) and its role in increasing rural
economic activities. Journal of Socioeconomics and Development, 3(2),
–144. https://doi.org/10.31328/jsed.v3i2.1397
Kementerian Desa, P. D. (2026, January 13). Bumdes. Diambil kembali dari Kemendesa.go.id: https://sid.kemendesa.go.id/bumdes
Kementrian Keuangan. (2026). Buku Saku Dana Desa. Diambil kembali dari https://www.kemenkeu.go.id/apbn2026
Kinasih, I., Widiyahseno, B., & Dj, E. W. (2020). Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 33-44.
Kurniasih, D., & Harini, D. I. (2022). Perbandingan Penerapan Clean GGovernment Antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat. Honai, 68-72.
Kusuma, G. H., & Purnamasari, N. (2016). BUMDES: Kewirausahaan Sosial yang
Berkelanjutan (Analisis Potensi dan Permasalahan yang dihadapi Badan
Usaha Milik Desa di Desa Ponjong, Desa Bleberan, dan Desa
Sumbermulyo). Yayasan Penabulu.
Mahsun. (2018). Pengukuran Kinerja Sektor Publik. BPFE
Universitas Gadjah. Mada
Mayu, Welli I., and Adlin Adlin. "Faktor-faktor yang Menghambat Tumbuh dan
Berkembangnya Badan USAha Milik Desa di Desa Pematang Tebih
Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2014-2015." Jurnal
Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau,
vol. 3, no. 2, Oct. 2016, pp. 1-11.
Muh. Syata, W. (2024). Peran BUMDes Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa. JUMABI: Jurnal Manajemen, Akuntansi Dan Bisnis, 69-75.
Muqhits, N. A. (2025). Corak Aktivitas Pemberdayaan Masyarakat. CV Eureka Media Aksara.
Nadir, S. (2013). Otonomi daerah dan desentralisasi Desa: Menuju pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Politik Profetik.











