Food and Beverage Sanitation Hygiene Monitoring and Food Quality Served by Traders in the Elementary School Environment, Alafan District, Simeulue Regency
Keywords:
Hygiene, sanitation, food, drink, facilities.Abstract
Food is a basic need for human life. Cases of food poisoning and infectious diseases due to food tend to increase. Children often become victims of the disease. One of the reasons is due to not paying attention to personal hygiene and the environment in the process of food management. Food hygiene and sanitation supports the prevention of food poisoning. The purpose of this study was to monitor Food and Beverage Sanitation Hygiene and the Quality of Food Served by Traders in the Elementary School Environment, Alafan District, Simeulue Regency. The method used in analyzing and studying is observational with a descriptive approach, namely wanting to know the conditions of food and drinks sold in elementary school canteens in terms of sanitary hygiene. This research is an observational study with a descriptive approach, namely wanting to know the conditions of food and drinks sold in elementary school canteens in terms of sanitary hygiene. The results of this study indicate that the hygiene description of snack food handlers in the elementary school environment, Alafan District, Simeulue Regency shows that the hygiene of all handlers does not meet the requirements. The description of the sanitation of snack food equipment in the elementary school environment in Alafan District, Simeulue Regency shows that only 2 canteens meet the hygiene and sanitation requirements for snacks in the canteen in the elementary school environment in Alafan District, Simeulue Regency. The description of the sanitation of serving snacks in the elementary school environment in Alafan District, Simeulue Regency shows that the sanitation of serving food in all canteens (75%) does not meet the requirements. The description of the sanitation of the snack food vendor facilities in the elementary school environment, Alafan District, Simeulue Regency shows that out of 4 canteens, only 1 canteen fulfills the sanitation requirements for serving this because the canteen owners do not pay attention to the serving container as what is sold must be wrapped and closed and avoid contamination. vector (disease-carrying flies) shows that the sanitation of the vendor facilities in 2 canteens (70%) does not meet the requirements. only 1 canteen fulfills the sanitation requirements for serving this because the canteen owners do not pay attention to the serving container as what is sold must be wrapped and closed and avoid contamination. vector (disease-carrying flies) shows that the sanitation of the vendor facilities in 2 canteens (70%) does not meet the requirements. only 1 canteen fulfills the sanitation requirements for serving this because the canteen owners do not pay attention to the serving container as what is sold must be wrapped and closed and avoid contamination. vector (disease-carrying flies) shows that the sanitation of the vendor facilities in 2 canteens (70%) does not meet the requirements.
References
Anies (2019) Prinsip-Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
Arisman. 2000, Identifikasi Perilaku Penjamah Makanan yang Berisiko Sebagai Sumber Keracunan Makanan. Laporan Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Universitas Sriwijaya, Palembang.
Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia. 2008, Jenis Bahan Kemasan Plastik. Buletin Keamanan Pangan 14 : 14-15.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2011). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indoneia Nomor HK.031.231211.10569
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2012). Keamanan Pangan di Kantin Sekolah. Jakarta: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Depkes RI. 2000, Prinsip-Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
Erfianto & Koesyanto (2017). Hygiene Personal pada Penjual Nasi Kucing. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 1(1): 48-51.
Food Standards Australia New Zealand. (2019). Safe Food Australia A Guide to the Food Safety Standards 3rd Edition. Food Standards Australia New Zealand.
FSANZ, (2019). Safe Food Australia A Guide to the Food Safety Standards 3rd Edition
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942/MENKES/SK/VII/2003 tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan, Depkes RI.
Khomsan, Ali. 2003, Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. PT Grasindo, Jakarta.
Kurniadi et al. (2013) Higiene dan Sanitasi pada Pedagang Makanan Jajanan Tradisional di Lingkungan Sekolah Dasar di Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 53-63.
Mundiatun & Daryanto, 2015. Study Tentang Pengetahuan Perilaku Dan Kebersihan Penjamah Makanan Pada Tempat Umum Pariwisata Di DKI Jakarta (TMII, TIJA, TMR). Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, Medan
Nuraida et al. (2011), Tata Laksana Higiene Hidangan, Keracunan Hidangan, Jenis Bakteria, [online], dari : http://www.ihsmakassar.com [29 November 2022].
Rahmadiani et al. (2019). Higiene Dan Sanitasi Makanan Jajanan Di Kantin Sekolah Dasar Di Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2019’, Jurnal Ilmiah
Rejeki, 2017. Sanitasi, Hygiene, dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan. Kerja). Bandung: Rekayasa Sains. Ridley, John.
Reddi et al. (2015). Microbiological Quality of Street Vended Fruit Juices in Hyderabad, India and Their Association between Food Safety Knowledge and Practices of Fruit Juice Vendors. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 4(1): 970-982
Riana & Sumarmi (2018). Hubungan Kontaminasi Coliform dan Skor Perilaku Higiene Sanitasi pada Pedagang Jajanan di Kantin Sekolah dan Pedagang Keliling. Media Gizi Indonesia, 13(1): 27–32
Riana & Sumarmi (2018). Hubungan Higiene Sanitasi dan Perilaku Penjamah Makanan dengan Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan di Warung Makan. Berita Kedokteran Masyarakat, 180 -188.
Romy et al. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Total Angka Bakteri dan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Alat Makan (Studi pada Lapas Klas I Kedungpane Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat (eJournal), 4(4): 470-477.
Sabarguna et al., 2011. anitasi Makanan dan Minuman Menuju Peningkatan Mutu Efisiensi Rumah Sakit. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.
Sabarguna et al., (2011). Penyakit Berbasis Lingkungan: Berbagai Penyakit Menular& Tidak Menular yang Disebabkan oleh Faktor Lingkungan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Anto et al. (2013). Praktik Hygiene Penjamah dan Sanitasi Peralatan Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar pada SD di Kel. Antang Kec. Manggala Kota Makassar. Jurnal MKMI, 103-108.
Supyansyah et al. (2017) mengenai hubungan antara personal hygiene dan sanitasi tempat dagang dengan angka kuman pada sate ayam di Kota Pontianak
Susanna et al. (2010). Pemantauan Kualitas Makanan Ketoprak dan Gado-Gado di Lingkungan Kampus UI Depok Melalui Pemeriksaan Bakteriologis’. Makara Seri Kesehatan 7(1) : 21-29.
Tofani, Fitri. 2007, Studi Kondisi Hiegene Dan Sanitasi Makanan Jajanan Pada Sekolahan Di Sekolah Dasar Negeri Kalisari II Kecamatan Mulyorejo Surabaya, [Skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.
Undang-undang RI. No.18 Tahun 2012, sanitasi pangan.
Vitria et al. (2013). Hubungan Hygiene Sanitasi dan Cara Pengolahan Mie Ayam dengan Angka Kuman di Kota Padang. Jumal Kesehatan Masyarakat, 7(2): 75-81.
Weerasinghe et al. (2017). 'Hygiene Sanitasi Makanan', UNNES press.
Wijayanti et al. (2019). Hubungan stres, perilaku makan dan asupan zat gizi dengan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir. Journal Of Nutrion College, 8(1), 1-8. Diakses dari http://ejournal3.undip.id/index,php/jnc/
Yulia (2019). Higiene Sanitasi Makanan, Minuman dan Sarana Sanitasi terhadap Angka Kuman Peralatan Makan dan Minum pada Kantin. jurnal vokasi Kesehatan, 55-61.
Yuniatun et al. (2017). Hubungan Higiene Sanitasi dengan Kualitas Mikrobiologis pada Makanan GadoGado di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 491-499













