Inovasi Makanan Biskuit Kacang Hijau Sebagai PMT dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan

Authors

  • Widya Ramadhini Politeknik Islam Al Farisi Rantau

Keywords:

Inovasi Makanan; Pencegahan Stunting; Nutrisi Ibu dan Anak.

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu strategi pencegahan stunting adalah penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang memiliki kepadatan zat gizi tinggi dan berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas inovasi biskuit kacang hijau sebagai alternatif PMT dalam mendukung pencegahan stunting di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah desain intervensi dengan pembagian subjek ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, melibatkan anak usia 1–5 tahun berisiko stunting serta ibu hamil, dengan pelaksanaan selama 3 bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran antropometri dan evaluasi asupan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau meningkatkan kandungan protein dan zat besi pada biskuit dibandingkan biskuit standar. Kelompok intervensi mengalami peningkatan berat badan dan perbaikan status gizi yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, diversifikasi biskuit berbasis kacang hijau berpotensi menjadi inovasi makanan yang aplikatif, bergizi, dan berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan nutrisi ibu dan anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2023). Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2020–2024. Jakarta: Bappenas.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., et al. (2023). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Food and Agriculture Organization. (2023). Pulses and their nutritional benefits. Rome: FAO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Ibid (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Jakarta: Kemenkes RI.

Pemerintah Kabupaten Tapin. (2024). Laporan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tapin Tahun 2024. Tapin: Pemerintah Kabupaten Tapin.

Qolbi, N., Handayani, L., & Prasetyo, A. (2020). Efektivitas edukasi gizi dan intervensi makanan tambahan terhadap pencegahan stunting pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 85–92.

Rahmawati, D., Lestari, P., & Wijaya, R. (2023). Pengaruh suplementasi makanan berbasis protein nabati terhadap peningkatan status gizi balita. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 8(1), 45–53.

Sari, M., & Nugroho, T. (2019). Fortifikasi kacang hijau dalam produk pangan sebagai upaya peningkatan nilai protein. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 14(3), 120–127.

UNICEF, World Health Organization, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2023 edition. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2024). Child stunting: Key facts and strategies for prevention. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-02-18

How to Cite

Ramadhini, W. (2026). Inovasi Makanan Biskuit Kacang Hijau Sebagai PMT dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(01), 143–147. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8225