PENGUATAN KESADARAN MORAL MELALUI PEMBINAAN HATI NURANI SEBAGAI SANGGAR SUCI MANUSIA PADA NOVIS FCJM

Authors

  • Antonius Moa Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Indonesia

Keywords:

hati nurani; kesadaran moral; novis; formasi religius; pengabdian kepada masyarakat.

Abstract

Pembinaan hati nurani merupakan unsur mendasar dalam formasi religius karena membantu novis membedakan nilai moral, menilai tindakan secara rasional, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran moral para novis FCJM melalui pemahaman hati nurani sebagai sanggar suci manusia. Kegiatan dilaksanakan di Novisiat Greccio FCJM, Pematangsiantar, dengan pendekatan partisipatif, reflektif, dialogis, dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, studi kasus moral, refleksi pribadi, serta penyusunan komitmen moral tertulis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, lembar refleksi, dan penilaian terhadap analisis kasus. Draf hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada aspek konsep hati nurani, kemampuan menganalisis dilema moral, kedalaman refleksi personal, dan penerapan nilai dalam kehidupan komunitas. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,0 menjadi 85,3. Seluruh peserta juga menghasilkan komitmen moral tertulis sebagai pedoman tindakan dan bahan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan filsafat moral, teologi Katolik, refleksi pengalaman, dan praktik pemecahan masalah dapat membantu novis menginternalisasi nilai moral secara lebih konkret. Keberlanjutan program diarahkan melalui pendampingan berkala, penggunaan jurnal refleksi, dan evaluasi moral yang terstruktur oleh formator.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aquinas, T. (1947). Summa theologica (Fathers of the English Dominican Province, Trans.). Benziger Bros. (Original work published 1265–1274).

Catholic Church. (1997). Catechism of the Catholic Church (2nd ed.). Libreria Editrice Vaticana.

Francis. (2017, November 11). Video message to participants in the Third International Symposium on Amoris laetitia. The Holy See.

Francis. (2018). Gaudete et exsultate: Apostolic exhortation on the call to holiness in today’s world. The Holy See.

Francis. (2019). Christus vivit: Post-synodal apostolic exhortation to young people and to the entire people of God. The Holy See.

Francis. (2020). Fratelli tutti: Encyclical letter on fraternity and social friendship. The Holy See.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

General Secretariat of the Synod. (2021). For a synodal Church: Communion, participation, and mission: Preparatory document. Synod of Bishops.

Gilligan, C. (1982). In a different voice: Psychological theory and women’s development. Harvard University Press.

John Paul II. (1992). Pastores dabo vobis. Vatican Press.

Kant, I. (2012). Groundwork of the metaphysics of morals (M. Gregor & J. Timmermann, Trans.). Cambridge University Press. (Original work published 1785).

Kohlberg, L. (1981). Essays on moral development (Vol. 1). Harper & Row.

Second Vatican Council. (1965). Gaudium et spes. Vatican Press.

Wahana, P. (2018). Moral education to empower conscience, mind and volition to improve the quality of human beings. IJIET: International Journal of Indonesian Education and Teaching, 2(1), 87–96. https://doi.org/10.24071/ijiet.v2i1.962

Downloads

Published

2022-10-07

How to Cite

Antonius Moa. (2022). PENGUATAN KESADARAN MORAL MELALUI PEMBINAAN HATI NURANI SEBAGAI SANGGAR SUCI MANUSIA PADA NOVIS FCJM. Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(03), 109–115. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8972