https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/issue/feedMultidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat2026-07-31T00:00:00+00:00Open Journal Systems<p>Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun</p>https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8434Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence di Kabupaten Aceh Utara 2026-04-13T04:23:02+00:00Mutasar Mutasarmutasarstmik@gmail.comNovia Hasdynanoviahasdyna@gmail.comRozzi Kesuma Dinatarozzi@unimal.ac.idChaeroen Niesajeumalaniesa@gmail.comCut Fadhilahcutfadhilah@gmail.com<p>Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan peningkatan literasi digital di era modern. Namun, keterbatasan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi, khususnya koding dan Artificial Intelligence (AI), menyebabkan proses pembelajaran berbasis digital belum optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan koding dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif yang meliputi sosialisasi literasi digital, demonstrasi penggunaan koding dan AI, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 2–3 April 2026 di Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan koding dan AI sebesar 78%, disertai perubahan sikap positif dalam penggunaan teknologi secara etis dan produktif. Peserta juga mampu mengimplementasikan dasar-dasar koding serta memanfaatkan AI dalam penyusunan materi pembelajaran. Program ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi guru, serta mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.</p>2026-04-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8365Penguatan Literasi Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Type 2 2026-04-01T23:13:37+00:00Afnina Afninaafnina@stikesbu.ac.idEka Afrianiekaafriani@stikesbu.ac.idFathul Jannahfathuljannah1514@gmail.comEva Sulistianyevasulistiany56@gmail.comElfida Elfidaelfida@poltekkesaceh.ac.id<p>Literasi kesehatan merupakan faktor krusial dalam pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), namun akses informasi yang kompleks sering kali menjadi hambatan bagi pasien di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kesehatan dan perilaku pengelolaan penyakit pada pasien DMT2 di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner literasi kesehatan, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap 20 ibu-ibu pengajian penderita DMT2 serta 5 tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pemahaman "cukup" (45,0%), namun kepatuhan terhadap kontrol kesehatan rutin masih rendah (40,0%). Analisis tematik mengungkap bahwa penggunaan istilah medis yang rumit dan pendekatan edukasi satu arah menjadi hambatan utama. Sebaliknya, intervensi berbasis komunitas yang bersifat interaktif dan kontekstual di lingkungan informal (seperti masjid) terbukti meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi kesehatan memerlukan integrasi antara aspek medis, sosial, dan kultural untuk mendorong perubahan perilaku manajemen diri yang berkelanjutan.</p>2026-04-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8405Kriminalisasi Terhadap Gelandangan dan Pengemis Sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Kelompok Marginal2026-04-09T16:00:55+00:00Asyrafil Mahdiasyrafilmahdi27@gmail.comLysa Angrayni0006@gmail.com<p>Aktivitas pengelandangan dan pengemisan kerap dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap ketertiban umum yang termasuk dalam kategori tindak pidana pelanggaran (<em>overtredingen</em>). Hal tersebut tercermin dalam ketentuan Pasal 504 dan 505 KUHP yang merepresentasikan praktik kriminalisasi terhadap pengemis. Di sisi lain, pengaturan dalam KUHP baru menunjukkan adanya pergeseran pendekatan menuju dekriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis. Namun demikian, dalam praktiknya, kriminalisasi masih tetap berlangsung, terutama melalui berbagai Peraturan Daerah yang berorientasi pada penegakan ketertiban umum. Padahal, dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945 Pasal 34 ayat (1) dijelaskan bahwa: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”. Hal ini membuktikan bahwa konstitusi menjamin perlindungan terhadap gelandangan dan pengemis. Kriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang digolongkan sebagai <em>criminalization of poverty</em>. Konsep <em>criminalization of poverty</em> yang berkembang secara global menunjukkan bahwa kebijakan pidana sering digunakan sebagai mekanisme kontrol sosial yang meminggirkan kelompok rentan.</p>2026-04-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8330Penguatan Pendidikan Dini dan Pemetaan Wilayah dengan Tingkat Merokok Tinggi untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak di Jatibaru Spaga, Kota Bima2026-03-06T14:01:45+00:00Zahratul Hayatizazahratulh@gmail.comNeti SulamiNetisulami@gmail.comSusanti Susantisusanti.usman087@gmail.comErni Faturahmahernifaturahmah18@gmail.comPuput Artika Junipuputartikajuni.smb@gmail.comJelita Permata sarijelitaps.smb@gmail.com<p>Tingkat prevalensi merokok yang tinggi di Indonesia tetap menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita berkontribusi terhadap berbagai risiko kesehatan seperti berat badan lahir rendah, infeksi saluran pernapasan akut, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta komplikasi kehamilan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, paparan asap rokok di rumah tangga masih tinggi dan berdampak pada kelompok rentan. Masalah yang dihadapi oleh mitra di wilayah Jatibaru Spaga, Kota Bima adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi ibu dan anak serta kurangnya pemetaan daerah dengan tingkat merokok tinggi sebagai dasar intervensi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan awal tentang bahaya merokok dan memetakan daerah berisiko untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi konseling, diskusi interaktif, distribusi selebaran, tes pra dan pasca, serta pemetaan sederhana berdasarkan observasi dan wawancara. Pesertanya berjumlah 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 58,4 menjadi 82,6 setelah intervensi. Pemetaan tersebut mengidentifikasi beberapa titik dengan intensitas merokok aktif yang tinggi di lingkungan rumah tangga. Aktivitas ini secara efektif meningkatkan kesadaran peserta dan berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan program area bebas asap rokok berbasis komunitas.</p>2026-05-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8526Pengenalan Pengetahuan Tradisional Sumatera Utara melalui Literasi Budaya pada Anak Usia Sekolah di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang2026-05-11T07:03:14+00:00Septa Septasepta.office.id@gmail.comMuhammad Rasyid Ridlo0006@gmail.comM. Nashih Huddin Ubaidillah0006@gmail.comFithria Rizka S0006@gmail.com<p>Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mengancam keberlanjutan pengetahuan tradisional Sumatera Utara, di mana anak-anak semakin jarang berinteraksi dengan warisan budaya lokal seperti cerita rakyat, permainan tradisional, dan seni pertunjukan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan literasi budaya dan mengidentifikasi dampaknya terhadap pemahaman anak usia sekolah mengenai pengetahuan tradisional di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 13 anak berusia 7-12 tahun sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan literasi budaya yang mengintegrasikan interactive storytelling, permainan tradisional congklak, aktivitas kreatif visual, dan refleksi kolaboratif berhasil merevitalisasi pengetahuan tradisional melalui tiga dimensi transformasi: internalisasi pengetahuan budaya yang mendalam, transformasi sikap positif terhadap identitas budaya Sumatera Utara, dan peningkatan kualitas interaksi sosial melalui pembentukan community of practice. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa pendekatan experiential learning berbasis literasi budaya efektif dalam melestarikan warisan tradisional dan membangun emotional connection yang kuat antara generasi muda dengan budaya leluhur. Disarankan untuk mengimplementasikan model literasi budaya ini secara berkelanjutan dalam kurikulum formal pendidikan dasar dengan dukungan komunitas lokal.</p>2026-05-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8651Implementation of Moringa Leaf Brownies Innovation as an Effort to Support Breast Milk Production and Prevent Stunting in Toddlers2026-06-05T10:42:59+00:00Widya Ramadhiniwidyaramadhini1999@gmail.comNurul Jannah0006@gmail.com<p>Moringa leaves (Moringa oleifera) are a local food source rich in nutrients such as protein, iron, calcium, and vitamins that are beneficial for breastfeeding mothers and toddlers. Moringa leaves are known to help support breast milk production and fulfill nutritional needs in efforts to prevent stunting. However, their utilization in the community is still limited to vegetable preparations, making it necessary to develop more attractive and easily consumable food innovations. This activity was carried out through several stages, including socialization, preparation of ingredients, production of moringa leaf brownies, packaging, and distribution to the community. In addition to product distribution, educational sessions were also conducted regarding the benefits of moringa leaves for breast milk production and stunting prevention in toddlers. Moringa leaf brownies were developed as a functional food with high nutritional value and greater community acceptance compared to conventional moringa leaf preparations. The results of the activity showed that moringa leaf brownies were well accepted by the community and have the potential to become an alternative local food product to help increase breast milk production in breastfeeding mothers and support the nutritional needs of toddlers in efforts to prevent stunting.</p>2026-06-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8664Pengembangan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” Sebagai Sarana Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Program Desa Sehat Berkelanjutan 2026-06-09T06:55:06+00:00Supriatin Supriatinsupriatin98@yahoo.comMohamad Sadlimsadli333@gmail.comLili Amaliahliliamalia9@yahoo.comMaretalinia Maretaliniamareta.linia.21@gmail.com<p>Kesehatan masyarakat di tingkat desa memerlukan pendekatan promotif dan preventif yang berbasis pada pemberdayaan komunitas serta pemanfaatan lingkungan sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” sebagai sarana promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program Desa Sehat Berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada tanggal 7 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat (community-based participatory approach). Tahapan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan bersama, pelaksanaan kegiatan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penataan taman, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga kegiatan senam sehat bersama. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta pemanfaatan taman sebagai ruang edukatif dan aktivitas sosial. Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” juga berpotensi menjadi media promosi kesehatan yang berkelanjutan dengan dukungan perangkat desa dan kader kesehatan. Dengan demikian, pengembangan taman holistik ini efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat desa.</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8687Peserta Didik dalam Perspektif Empirisme, Naturalisme, Nativisme, Konvergensi, dan Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Filosofis Pendidikan2026-06-16T02:35:36+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comAna Dhigfaini Sultan0006@gmail.comYuspiani Yuspiani0006@gmail.comMuhammad Sabir U0006@gmail.comAndi Syafrul Bahri0006@gmail.comAndi Ferina Herbourina Bonita0006@gmail.com<p>Peserta didik merupakan komponen utama dalam proses pendidikan yang memiliki karakteristik, potensi, serta perkembangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Pemahaman mengenai hakikat peserta didik menjadi penting untuk membangun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep peserta didik berdasarkan pandangan teori empirisme, naturalisme, nativisme, konvergensi, serta tinjauan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka <em>(library research) </em>dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai literatur ilmiah, buku filsafat pendidikan, dan sumber pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori empirisme memandang peserta didik sebagai individu yang berkembang melalui pengalaman dan lingkungan, sedangkan naturalisme menekankan perkembangan alami sesuai fitrah manusia. Nativisme memandang faktor bawaan sebagai penentu utama perkembangan peserta didik, sementara teori konvergensi menempatkan perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan sebagai unsur yang saling memengaruhi. Dalam perspektif pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang memiliki fitrah, potensi akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan secara seimbang melalui proses pendidikan yang holistik. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi antara teori pendidikan Barat dan nilai-nilai pendidikan Islam dapat menjadi landasan dalam memahami peserta didik secara komprehensif dan humanis.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8688Digitalisasi Pendidikan Islam: Analisis Tantangan dan Strategi Transformasi Madrasah di Indonesia2026-06-16T03:37:54+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comJabal Rahmah0006@gmail.comSyahruddin Usman0006@gmail.comSyarifuddin Ondeng0006@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi madrasah dalam era digital serta strategi transformasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan digitalisasi pendidikan, madrasah, dan transformasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa madrasah menghadapi berbagai tantangan multidimensional, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, perubahan karakter peserta didik generasi digital, kesenjangan akses teknologi, serta ancaman degradasi moral akibat arus informasi global. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang besar bagi madrasah untuk melakukan inovasi pembelajaran, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan akses pendidikan Islam yang lebih luas dan fleksibel. Strategi transformasi yang dapat dilakukan meliputi penguatan literasi digital, peningkatan kompetensi guru, integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan infrastruktur digital, serta penguatan pendidikan karakter dan etika digital. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan Islam sangat bergantung pada kemampuan madrasah dalam mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman secara seimbang dan berkelanjutan.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8689Inovasi-Inovasi dalam Pendidikan Islam2026-06-16T03:51:07+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comYusri Handayani0006@gmail.comSyarifuddin Ondeng0006@gmail.comSyahruddin Usman0006@gmail.com<p>Artikel ini membahas berbagai inovasi dalam pendidikan Islam sebagai respons terhadap tantangan era digital dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis bentuk inovasi metodologi pembelajaran, integrasi kurikulum sains dan agama, serta transformasi kelembagaan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, penerapan pembelajaran berbasis masalah, dan pengembangan kurikulum integratif mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual dan adab. Selain itu, keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh dukungan regulasi, kesiapan sumber daya manusia, dan kemampuan lembaga dalam menyeimbangkan teknologi dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8691Analisis Tingkat Kebisingan pada Area Produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero)2026-06-16T04:02:27+00:00A Ferina Herbourina Bonitaandiferina19@gmail.comUmmu Khaerat Rahmawanummukhaerat@gmail.comSuci Fajriani Ssucifajrianii99@gmail.comRifdah Wardanirifdawardani17@gmail.comAnindya Monika Putrianindya@fkm.unmul.ac.idDanisarah Prilly0006@gmail.comA. Suci Setiani Annisa0006@gmail.comYusniar Anggraeny0006@gmail.comRoswati Roswati0006@gmail.com<p>Pekerjaan di sektor industri mempunyai potensi bahaya yang cukup tinggi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian kebisingan di lingkungan kerja PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) sebagai bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengukuran langsung tingkat kebisingan menggunakan <em>Sound Level Meter</em> di delapan titik lokasi kerja dan membandingkannya dengan Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB(A) berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa empat dari delapan lokasi melebihi NAB, yaitu <em>Graving Dock</em> (94,4 dB), <em>Air Bag Dock </em>(91,6 dB), <em>Slip Way </em>92,7 dB), dan <em>Plater Shop </em>Fabrikasi (101,4 dB). Tingkat kebisingan tertinggi berada di <em>Plater Shop</em>abrikasi (101,4 dB) yang disebabkan oleh aktivitas pemotongan, pengelasan, dan memukul besi. Paparan kebisingan di atas NAB dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen (<em>Noise-Induced Hearing Loss</em>), kelelahan, dan stres kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian kebisingan melalui pendekatan eliminasi dan substitusi, pengendalian teknis seperti pemasangan sekat peredam suara, pengendalian administratif seperti rotasi pekerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa <em>earplug</em>/<em>earmuff</em>.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8758Peningkatan Literasi Lingkungan dan Keterampilan Pengelolaan Limbah Elektronik melalui Workshop 3R Berbasis Hands-on Learning di SMA Negeri 65 Jakarta Barat2026-06-25T03:55:14+00:00Tasdik Darmanatasdik.darmana@itpln.ac.idSyarif Hidayattasdik.darmana@itpln.ac.idRidha Yassertasdik.darmana@itpln.ac.id<p>Peningkatan penggunaan perangkat elektronik di kalangan pelajar telah berkontribusi terhadap bertambahnya volume limbah elektronik (e-waste) yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan limbah elektronik dan minimnya keterampilan pemeliharaan perangkat menjadi tantangan dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan siswa SMA Negeri 65 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dalam pengelolaan limbah elektronik berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui tahapan survei awal, sosialisasi, workshop praktik pengelolaan limbah lampu LED, pendampingan oleh mahasiswa, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup dampak limbah elektronik terhadap lingkungan, perubahan iklim, pemeliharaan perangkat elektronik, serta pemanfaatan kembali komponen elektronik yang masih layak digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan limbah elektronik. Pendekatan hands-on learning terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi peserta, keterampilan dasar pengelolaan e-waste, serta membentuk sikap peduli lingkungan. Program ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pengurangan limbah elektronik dan transisi menuju lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8598Implementasi Sistem Berbasis Google Cloud, Multimedia, dan Teknologi Imersif untuk Transformasi Pembelajaran Digital dan Manajemen Kesehatan Sekolah di SMAN Rambipuji2026-06-02T17:24:17+00:00Erik Yohan Kartikoerikyohan@unej.ac.idYunita Dyah Kusumaningrumyunita.dyah.kusumaningrum@unej.ac.idJhon Jhohan Putra Kumara Dewajhon.jhohan@unej.ac.idBintang Ivana Cholidabintangivanaa@gmail.comNafisa Nurin Salsabila242410103014@mail.unej.ac.idSeptiana Dwi Nurrohmahseptianadwin2005@gmail.comSalsabila Nachmatun Nufus222210101065@mail.unej.ac.idHikmal Akbar Ibnu Sabilhikmal24akbar@gmail.com<p>Transformasi digital dalam pendidikan dan pengelolaan kesehatan sekolah menjadi semakin penting di Indonesia, khususnya pada sekolah yang berada di wilayah pedesaan dan semi-perkotaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMAN Rambipuji, Kabupaten Jember, dengan tujuan utama mengintegrasikan sistem berbasis Google Cloud, multimedia interaktif, teknologi imersif (AR/VR/MR), serta Sistem Informasi Geografis (GIS) untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan sekolah dan proses pembelajaran. Permasalahan utama yang diidentifikasi pada sekolah mitra meliputi belum adanya sistem pencatatan kesehatan siswa secara digital, keterbatasan pemanfaatan platform berbasis cloud, minimnya penggunaan multimedia dan teknologi imersif dalam pembelajaran, serta belum tersedianya pemetaan berbasis spasial untuk mitigasi kesehatan sekolah. Program ini dirancang menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pendekatan partisipatif. Luaran kegiatan meliputi: (1) sistem manajemen kesehatan sekolah berbasis cloud, (2) kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi guru dan siswa, (3) pengembangan media pembelajaran multimedia dan imersif, serta (4) integrasi GIS untuk pemetaan kesehatan dan mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner, observasi, dan wawancara dengan melibatkan 23 siswa sebagai responden. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa respons siswa terhadap pertanyaan Q1–Q10 sebagian besar berada pada kategori netral hingga setuju, dengan nilai rata-rata berkisar antara 2,83 hingga 3,65. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,67 yang menunjukkan tingkat reliabilitas yang dapat diterima untuk penelitian eksploratif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pencatatan data kesehatan siswa, peningkatan literasi digital guru dan siswa, serta kesiapan sekolah dalam mengadopsi teknologi cloud dan teknologi imersif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8842Penguatan Literasi Administrasi Kesehatan Berbasis Manajemen Strategis dalam Mendukung Sistem Informasi Kesehatan Posyandu di Desa Sipituhuta Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 20262026-07-08T08:06:56+00:00Crisna Lumban Gaolcrisna.lumbangaol@stikeskb.ac.idDewi Purba0006@gmail.comDewi A.L.Hutagaol0006@gmail.comKino Siboro0006@gmail.com<p>Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran penting dalam penyediaan data kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Data yang dihasilkan Posyandu menjadi sumber informasi yang mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kesehatan. Namun, kualitas data kesehatan sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan administrasi kesehatan. Berdasarkan hasil observasi di Desa Sipituhuta Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, ditemukan bahwa sebagian kader Posyandu belum memahami fungsi strategis data kesehatan, pencatatan masih belum lengkap, serta pelaporan kegiatan belum dilakukan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi administrasi kesehatan berbasis manajemen strategis bagi kader Posyandu agar mampu menghasilkan data kesehatan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan, pelatihan pengisian register Posyandu, simulasi pengolahan data kesehatan sederhana, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 25 kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai pentingnya administrasi kesehatan dalam sistem informasi kesehatan, peningkatan kemampuan kader dalam pencatatan dan pelaporan data kesehatan, serta meningkatnya kesadaran kader terhadap pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan program kesehatan masyarakat. Kegiatan ini mendukung penerapan konsep manajemen strategis pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8867Penyuluhan Literasi Kesehatan tentang Pencegahan BBLR melalui Pendekatan Data Science di Lingkungan Kampus2026-07-13T09:23:13+00:00Quratih Adawiyahquratihadawiyah29@gmail.comRiyan Agus Faisal Hasibuanriyanhsb255@gmail.comHalimah Tusakdiyah Harahap0006@gmail.comNoprida Wati Ritonga0006@gmail.com<p>Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kesakitan dan kematian bayi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi kesehatan melalui kegiatan edukasi yang inovatif dan mudah dipahami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mahasiswa mengenai pencegahan BBLR melalui pendekatan <em>data science</em> di lingkungan kampus. Sasaran kegiatan adalah 25 mahasiswa yang berasal dari lima program studi, yaitu Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Administrasi Kesehatan, Kebidanan, dan Keperawatan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Materi penyuluhan disampaikan melalui visualisasi data berupa grafik dan infografis yang menampilkan informasi mengenai faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan BBLR. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata nilai <em>post-test</em> dibandingkan <em>pre-test</em>. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap penggunaan visualisasi data karena dinilai lebih menarik, mudah dipahami, dan membantu menginterpretasikan informasi kesehatan berdasarkan data. Pendekatan ini juga meningkatkan partisipasi peserta selama sesi diskusi. Dengan demikian, penyuluhan literasi kesehatan melalui pendekatan <em>data science</em> terbukti menjadi alternatif edukasi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan BBLR. Kegiatan serupa diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital yang lebih inovatif untuk mendukung program promosi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Berat Badan Lahir Rendah, Literasi Kesehatan, Data Science, Penyuluhan Kesehatan, Mahasiswa.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8756Pengaruh Perbedaan Persepsi Siswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Auditor Internal Dan Auditor Eksternal Di Sekolah SMAN 4 Cilegon2026-06-27T16:21:28+00:00Akhmad Nofiatadosen03452@unpam.ac.idYudha Eka Febriandosen03002@unpam.ac.id<p>Pemahaman mengenai kode etik auditor perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan menengah sebagai upaya membangun karakter dan meningkatkan literasi profesi akuntansi. Namun, sebagian siswa masih belum memahami secara komprehensif perbedaan peran auditor internal dan auditor eksternal beserta prinsip-prinsip etika yang menjadi landasan profesi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMAN 4 Cilegon mengenai perbedaan kode etik auditor internal dan auditor eksternal serta pentingnya penerapan etika profesi dalam praktik akuntansi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus (<em>case method</em>), dan sesi tanya jawab yang melibatkan siswa kelas XI dan XII. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, diskusi, serta pemberian pertanyaan evaluatif pada akhir kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami perbedaan fungsi auditor internal dan auditor eksternal, menjelaskan prinsip-prinsip kode etik auditor, serta menganalisis penyelesaian kasus sederhana yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. Metode pembelajaran partisipatif yang diterapkan juga mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, partisipasi aktif, dan kesadaran siswa terhadap pentingnya integritas, objektivitas, profesionalisme, kompetensi, dan kerahasiaan dalam profesi auditor. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi profesi akuntansi serta memperkuat pembentukan karakter siswa yang berintegritas sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.</p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8757Peningkatan Literasi Audit Bagi Pelaku UMKM Dalam Mendukung Tata Kelola Usaha Yang Baik2026-06-27T16:21:53+00:00Rahadian Amrullahdosen10112@gmail.comFadli Nuryasindosen03016@gmail.com<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha, terutama rendahnya literasi audit, pencatatan keuangan yang belum sistematis, lemahnya pengendalian internal, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas informasi keuangan dan belum optimalnya penerapan tata kelola usaha yang baik (<em>good business governance</em>). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi audit pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan sebagai upaya mendukung pengelolaan usaha yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi audit, pendampingan pencatatan keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi audit, pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur, penerapan pengendalian internal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan bisnis. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM melalui penerapan tata kelola usaha yang lebih baik.</p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8893Pemanfaatan Chatgpt Untuk Analisis Data Berkelanjutan2026-07-20T08:27:19+00:00Paska Marto Hasugian0006@gmail.comSardo Pardingotan Sipayung0006@gmail.comTonni Limbong0006@gmail.comAlex Rikki0006@gmail.comSiska Simamora0006@gmail.com<p>Perkembangan large language model menjadikan ChatGPT tidak hanya digunakan untuk menghasilkan teks, tetapi juga sebagai asisten analisis data yang dapat membantu pengguna memahami struktur data, membersihkan data, membuat kode, menjalankan analisis statistik, membangun visualisasi, dan menjelaskan hasil melalui bahasa alami. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk pemanfaatan ChatGPT dalam siklus analisis data, mengidentifikasi manfaat dan risikonya, serta merumuskan kerangka kerja yang dapat digunakan secara aman dan dapat direproduksi. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif terhadap 15 sumber ilmiah yang diterbitkan pada 2021-2025. Literatur dikelompokkan menurut kemampuan pembuatan kode, penalaran, analisis statistik, analisis kuantitatif, analisis kualitatif, serta mekanisme verifikasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ChatGPT efektif sebagai pendamping untuk data profiling, transformasi, eksplorasi, visualisasi, pemilihan prosedur statistik, dan penyusunan narasi hasil. Namun, kualitas keluaran sangat dipengaruhi oleh kelengkapan prompt, pemahaman pengguna, karakteristik data, dan proses validasi. Kesalahan pemilihan uji, kode yang tidak lengkap, asumsi statistik yang tidak diperiksa, serta interpretasi yang terlalu meyakinkan tetap menjadi risiko utama. Artikel ini mengusulkan kerangka PAVE yang terdiri atas Prompt, Analyze, Validate, dan Explain, serta tahap iterasi untuk memastikan bahwa keluaran ChatGPT tidak langsung diperlakukan sebagai hasil final. Kerangka tersebut menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan, sedangkan ChatGPT berfungsi sebagai asisten yang mempercepat pekerjaan teknis dan memperluas akses terhadap analisis data.</p>2026-07-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8876Penerapan Manajemen Mutu dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Studi Kasus pada UMKM Percetakan Ulfa Printing2026-07-17T13:41:16+00:00Dwi irtiyah R. A. Saibidwiirtiyah@gmail.comDara Ayu Artika0006@gmail.comLusiana Lusiana0006@gmail.com<p>Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor percetakan menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga mutu produk dan layanan menjadi penentu keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen mutu pada Ulfa Printing dan menganalisis implikasinya terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan yang dipilih secara purposive pemilik, dua karyawan, dan dua pelanggan serta observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulfa Printing menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu secara informal namun konsisten: fokus pada pelanggan melalui mekanisme persetujuan (ACC) desain berbasis WhatsApp, pengendalian mutu tiga lapis pada tahap desain, cetak, dan finishing, keterlibatan karyawan melalui briefing harian, serta perbaikan berkelanjutan berbasis evaluasi catatan keluhan. Pelanggan menyatakan puas pada kelima dimensi kualitas jasa reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles dengan catatan perbaikan pada fasilitas ruang tunggu dan sistem pencatatan pesanan yang masih manual. Formalisasi SOP dan digitalisasi pencatatan pesanan direkomendasikan untuk menjaga konsistensi mutu seiring pertumbuhan usaha.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8872Socialization of Savings and Loan Law to Increase Public Understanding at the Darussalam Sako Council in Palembang City2026-07-17T13:40:14+00:00Bagus Setiawanbagus@uin-al-azhaar.ac.idRia AstinaRiaastinasupomo@gmail.comCindi Pramitapramitacindi26@gmail.com<p>The lack of public understanding regarding savings and loans based on Sharia principles can lead to transaction practices that are not in accordance with Islamic law. Therefore, this community service activity aims to improve public understanding of savings and loans based on Sharia Economic Law. The activity was held on June 13, 2026, at the Darussalam Assembly, Jalan Nusantara 2, Lekipali Village, Sako District, Palembang City, and involved 25 participants. The methods used included lectures, discussions, and a question-and-answer session. The material covered the concept of savings and loans, the qardh contract, the prohibition of usury, and the legal basis for them in Islam. The activity went well and received a positive response from participants who actively participated in the discussion and asked questions related to savings and loans in their daily lives. Through this activity, participants gained a better understanding of the importance of implementing savings and loans transactions in accordance with Sharia principles. This activity is expected to increase literacy in Sharia Economic Law and encourage the public to adopt fair, transparent, and usury-free financial practices..</p>2026-07-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8882Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi Pekerja Pusat Kesehatan Masyarakat2026-07-18T15:08:08+00:00Rizqi Ulla Amaliahrizqi.ulla@uis.ac.idAgung Sundaruagung.sundaru@uis.ac.idNaily Nur Suliana0000@gmail.comRika Yulianti Fitririka.yulianti@uis.ac.id<p>Kejadian kebakaran merupakan kondisi darurat yang dapat mengancam keselamatan pekerja, pasien, serta keberlangsungan pelayanan kesehatan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama perlu memiliki tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang memadai dalam mencegah serta menangani kejadian kebakaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja Puskesmas mengenai pencegahan kebakaran dan respons tanggap darurat kebakaran melalui kegiatan edukasi. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 4 Agustus 2025 di salah satu Puskesmas di Kota Batam dengan melibatkan 32 tenaga kesehatan. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah yang didukung oleh media brosur. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pre-test–<em>post-test </em>untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan Uji <em>Wilcoxon Signed-Rank </em>karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah intervensi, yang menunjukkan bahwa metode ceramah yang didukung media brosur efektif dalam meningkatkan pemahaman pekerja mengenai penyebab kebakaran, upaya pencegahan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tindakan penanggulangan awal, serta prosedur evakuasi. Edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pekerja Puskesmas di Kota Batam. Program edukasi yang dilaksanakan secara berkala dan disertai pelatihan praktik serta simulasi keadaan darurat diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi risiko kebakaran.</p>2026-07-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat