https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/issue/feedMultidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat2026-06-16T04:02:27+00:00Open Journal Systems<p>Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun</p>https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8434Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence di Kabupaten Aceh Utara 2026-04-13T04:23:02+00:00Mutasar Mutasarmutasarstmik@gmail.comNovia Hasdynanoviahasdyna@gmail.comRozzi Kesuma Dinatarozzi@unimal.ac.idChaeroen Niesajeumalaniesa@gmail.comCut Fadhilahcutfadhilah@gmail.com<p>Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan peningkatan literasi digital di era modern. Namun, keterbatasan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi, khususnya koding dan Artificial Intelligence (AI), menyebabkan proses pembelajaran berbasis digital belum optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan koding dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif yang meliputi sosialisasi literasi digital, demonstrasi penggunaan koding dan AI, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 2–3 April 2026 di Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan koding dan AI sebesar 78%, disertai perubahan sikap positif dalam penggunaan teknologi secara etis dan produktif. Peserta juga mampu mengimplementasikan dasar-dasar koding serta memanfaatkan AI dalam penyusunan materi pembelajaran. Program ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi guru, serta mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.</p>2026-04-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8365Penguatan Literasi Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Type 2 2026-04-01T23:13:37+00:00Afnina Afninaafnina@stikesbu.ac.idEka Afrianiekaafriani@stikesbu.ac.idFathul Jannahfathuljannah1514@gmail.comEva Sulistianyevasulistiany56@gmail.comElfida Elfidaelfida@poltekkesaceh.ac.id<p>Literasi kesehatan merupakan faktor krusial dalam pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), namun akses informasi yang kompleks sering kali menjadi hambatan bagi pasien di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kesehatan dan perilaku pengelolaan penyakit pada pasien DMT2 di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner literasi kesehatan, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap 20 ibu-ibu pengajian penderita DMT2 serta 5 tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pemahaman "cukup" (45,0%), namun kepatuhan terhadap kontrol kesehatan rutin masih rendah (40,0%). Analisis tematik mengungkap bahwa penggunaan istilah medis yang rumit dan pendekatan edukasi satu arah menjadi hambatan utama. Sebaliknya, intervensi berbasis komunitas yang bersifat interaktif dan kontekstual di lingkungan informal (seperti masjid) terbukti meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi kesehatan memerlukan integrasi antara aspek medis, sosial, dan kultural untuk mendorong perubahan perilaku manajemen diri yang berkelanjutan.</p>2026-04-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8405Kriminalisasi Terhadap Gelandangan dan Pengemis Sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Kelompok Marginal2026-04-09T16:00:55+00:00Asyrafil Mahdiasyrafilmahdi27@gmail.comLysa Angrayni0006@gmail.com<p>Aktivitas pengelandangan dan pengemisan kerap dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap ketertiban umum yang termasuk dalam kategori tindak pidana pelanggaran (<em>overtredingen</em>). Hal tersebut tercermin dalam ketentuan Pasal 504 dan 505 KUHP yang merepresentasikan praktik kriminalisasi terhadap pengemis. Di sisi lain, pengaturan dalam KUHP baru menunjukkan adanya pergeseran pendekatan menuju dekriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis. Namun demikian, dalam praktiknya, kriminalisasi masih tetap berlangsung, terutama melalui berbagai Peraturan Daerah yang berorientasi pada penegakan ketertiban umum. Padahal, dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945 Pasal 34 ayat (1) dijelaskan bahwa: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”. Hal ini membuktikan bahwa konstitusi menjamin perlindungan terhadap gelandangan dan pengemis. Kriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang digolongkan sebagai <em>criminalization of poverty</em>. Konsep <em>criminalization of poverty</em> yang berkembang secara global menunjukkan bahwa kebijakan pidana sering digunakan sebagai mekanisme kontrol sosial yang meminggirkan kelompok rentan.</p>2026-04-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8330Penguatan Pendidikan Dini dan Pemetaan Wilayah dengan Tingkat Merokok Tinggi untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak di Jatibaru Spaga, Kota Bima2026-03-06T14:01:45+00:00Zahratul Hayatizazahratulh@gmail.comNeti SulamiNetisulami@gmail.comSusanti Susantisusanti.usman087@gmail.comErni Faturahmahernifaturahmah18@gmail.comPuput Artika Junipuputartikajuni.smb@gmail.comJelita Permata sarijelitaps.smb@gmail.com<p>Tingkat prevalensi merokok yang tinggi di Indonesia tetap menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita berkontribusi terhadap berbagai risiko kesehatan seperti berat badan lahir rendah, infeksi saluran pernapasan akut, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta komplikasi kehamilan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, paparan asap rokok di rumah tangga masih tinggi dan berdampak pada kelompok rentan. Masalah yang dihadapi oleh mitra di wilayah Jatibaru Spaga, Kota Bima adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi ibu dan anak serta kurangnya pemetaan daerah dengan tingkat merokok tinggi sebagai dasar intervensi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan awal tentang bahaya merokok dan memetakan daerah berisiko untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi konseling, diskusi interaktif, distribusi selebaran, tes pra dan pasca, serta pemetaan sederhana berdasarkan observasi dan wawancara. Pesertanya berjumlah 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 58,4 menjadi 82,6 setelah intervensi. Pemetaan tersebut mengidentifikasi beberapa titik dengan intensitas merokok aktif yang tinggi di lingkungan rumah tangga. Aktivitas ini secara efektif meningkatkan kesadaran peserta dan berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan program area bebas asap rokok berbasis komunitas.</p>2026-05-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8526Pengenalan Pengetahuan Tradisional Sumatera Utara melalui Literasi Budaya pada Anak Usia Sekolah di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang2026-05-11T07:03:14+00:00Septa Septasepta.office.id@gmail.comMuhammad Rasyid Ridlo0006@gmail.comM. Nashih Huddin Ubaidillah0006@gmail.comFithria Rizka S0006@gmail.com<p>Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mengancam keberlanjutan pengetahuan tradisional Sumatera Utara, di mana anak-anak semakin jarang berinteraksi dengan warisan budaya lokal seperti cerita rakyat, permainan tradisional, dan seni pertunjukan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan literasi budaya dan mengidentifikasi dampaknya terhadap pemahaman anak usia sekolah mengenai pengetahuan tradisional di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 13 anak berusia 7-12 tahun sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan literasi budaya yang mengintegrasikan interactive storytelling, permainan tradisional congklak, aktivitas kreatif visual, dan refleksi kolaboratif berhasil merevitalisasi pengetahuan tradisional melalui tiga dimensi transformasi: internalisasi pengetahuan budaya yang mendalam, transformasi sikap positif terhadap identitas budaya Sumatera Utara, dan peningkatan kualitas interaksi sosial melalui pembentukan community of practice. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa pendekatan experiential learning berbasis literasi budaya efektif dalam melestarikan warisan tradisional dan membangun emotional connection yang kuat antara generasi muda dengan budaya leluhur. Disarankan untuk mengimplementasikan model literasi budaya ini secara berkelanjutan dalam kurikulum formal pendidikan dasar dengan dukungan komunitas lokal.</p>2026-05-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8651Implementation of Moringa Leaf Brownies Innovation as an Effort to Support Breast Milk Production and Prevent Stunting in Toddlers2026-06-05T10:42:59+00:00Widya Ramadhiniwidyaramadhini1999@gmail.comNurul Jannah0006@gmail.com<p>Moringa leaves (Moringa oleifera) are a local food source rich in nutrients such as protein, iron, calcium, and vitamins that are beneficial for breastfeeding mothers and toddlers. Moringa leaves are known to help support breast milk production and fulfill nutritional needs in efforts to prevent stunting. However, their utilization in the community is still limited to vegetable preparations, making it necessary to develop more attractive and easily consumable food innovations. This activity was carried out through several stages, including socialization, preparation of ingredients, production of moringa leaf brownies, packaging, and distribution to the community. In addition to product distribution, educational sessions were also conducted regarding the benefits of moringa leaves for breast milk production and stunting prevention in toddlers. Moringa leaf brownies were developed as a functional food with high nutritional value and greater community acceptance compared to conventional moringa leaf preparations. The results of the activity showed that moringa leaf brownies were well accepted by the community and have the potential to become an alternative local food product to help increase breast milk production in breastfeeding mothers and support the nutritional needs of toddlers in efforts to prevent stunting.</p>2026-06-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8664Pengembangan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” Sebagai Sarana Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Program Desa Sehat Berkelanjutan 2026-06-09T06:55:06+00:00Supriatin Supriatinsupriatin98@yahoo.comMohamad Sadlimsadli333@gmail.comLili Amaliahliliamalia9@yahoo.comMaretalinia Maretaliniamareta.linia.21@gmail.com<p>Kesehatan masyarakat di tingkat desa memerlukan pendekatan promotif dan preventif yang berbasis pada pemberdayaan komunitas serta pemanfaatan lingkungan sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” sebagai sarana promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program Desa Sehat Berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada tanggal 7 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat (community-based participatory approach). Tahapan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan bersama, pelaksanaan kegiatan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penataan taman, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga kegiatan senam sehat bersama. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta pemanfaatan taman sebagai ruang edukatif dan aktivitas sosial. Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” juga berpotensi menjadi media promosi kesehatan yang berkelanjutan dengan dukungan perangkat desa dan kader kesehatan. Dengan demikian, pengembangan taman holistik ini efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat desa.</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8687Peserta Didik dalam Perspektif Empirisme, Naturalisme, Nativisme, Konvergensi, dan Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Filosofis Pendidikan2026-06-16T02:35:36+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comAna Dhigfaini Sultan0006@gmail.comYuspiani Yuspiani0006@gmail.comMuhammad Sabir U0006@gmail.comAndi Syafrul Bahri0006@gmail.comAndi Ferina Herbourina Bonita0006@gmail.com<p>Peserta didik merupakan komponen utama dalam proses pendidikan yang memiliki karakteristik, potensi, serta perkembangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Pemahaman mengenai hakikat peserta didik menjadi penting untuk membangun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep peserta didik berdasarkan pandangan teori empirisme, naturalisme, nativisme, konvergensi, serta tinjauan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka <em>(library research) </em>dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai literatur ilmiah, buku filsafat pendidikan, dan sumber pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori empirisme memandang peserta didik sebagai individu yang berkembang melalui pengalaman dan lingkungan, sedangkan naturalisme menekankan perkembangan alami sesuai fitrah manusia. Nativisme memandang faktor bawaan sebagai penentu utama perkembangan peserta didik, sementara teori konvergensi menempatkan perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan sebagai unsur yang saling memengaruhi. Dalam perspektif pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang memiliki fitrah, potensi akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan secara seimbang melalui proses pendidikan yang holistik. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi antara teori pendidikan Barat dan nilai-nilai pendidikan Islam dapat menjadi landasan dalam memahami peserta didik secara komprehensif dan humanis.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8688Digitalisasi Pendidikan Islam: Analisis Tantangan dan Strategi Transformasi Madrasah di Indonesia2026-06-16T03:37:54+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comJabal Rahmah0006@gmail.comSyahruddin Usman0006@gmail.comSyarifuddin Ondeng0006@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi madrasah dalam era digital serta strategi transformasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan digitalisasi pendidikan, madrasah, dan transformasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa madrasah menghadapi berbagai tantangan multidimensional, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, perubahan karakter peserta didik generasi digital, kesenjangan akses teknologi, serta ancaman degradasi moral akibat arus informasi global. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang besar bagi madrasah untuk melakukan inovasi pembelajaran, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan akses pendidikan Islam yang lebih luas dan fleksibel. Strategi transformasi yang dapat dilakukan meliputi penguatan literasi digital, peningkatan kompetensi guru, integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan infrastruktur digital, serta penguatan pendidikan karakter dan etika digital. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan Islam sangat bergantung pada kemampuan madrasah dalam mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman secara seimbang dan berkelanjutan.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8689Inovasi-Inovasi dalam Pendidikan Islam2026-06-16T03:51:07+00:00Andi Hasriani Asfara.hasrianiasfar@gmail.comYusri Handayani0006@gmail.comSyarifuddin Ondeng0006@gmail.comSyahruddin Usman0006@gmail.com<p>Artikel ini membahas berbagai inovasi dalam pendidikan Islam sebagai respons terhadap tantangan era digital dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis bentuk inovasi metodologi pembelajaran, integrasi kurikulum sains dan agama, serta transformasi kelembagaan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, penerapan pembelajaran berbasis masalah, dan pengembangan kurikulum integratif mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual dan adab. Selain itu, keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh dukungan regulasi, kesiapan sumber daya manusia, dan kemampuan lembaga dalam menyeimbangkan teknologi dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/8691Analisis Tingkat Kebisingan pada Area Produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero)2026-06-16T04:02:27+00:00A Ferina Herbourina Bonitaandiferina19@gmail.comUmmu Khaerat Rahmawanummukhaerat@gmail.comSuci Fajriani Ssucifajrianii99@gmail.comRifdah Wardanirifdawardani17@gmail.comAnindya Monika Putrianindya@fkm.unmul.ac.idDanisarah Prilly0006@gmail.comA. Suci Setiani Annisa0006@gmail.comYusniar Anggraeny0006@gmail.comRoswati Roswati0006@gmail.com<p>Pekerjaan di sektor industri mempunyai potensi bahaya yang cukup tinggi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian kebisingan di lingkungan kerja PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) sebagai bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengukuran langsung tingkat kebisingan menggunakan <em>Sound Level Meter</em> di delapan titik lokasi kerja dan membandingkannya dengan Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB(A) berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa empat dari delapan lokasi melebihi NAB, yaitu <em>Graving Dock</em> (94,4 dB), <em>Air Bag Dock </em>(91,6 dB), <em>Slip Way </em>92,7 dB), dan <em>Plater Shop </em>Fabrikasi (101,4 dB). Tingkat kebisingan tertinggi berada di <em>Plater Shop</em>abrikasi (101,4 dB) yang disebabkan oleh aktivitas pemotongan, pengelasan, dan memukul besi. Paparan kebisingan di atas NAB dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen (<em>Noise-Induced Hearing Loss</em>), kelelahan, dan stres kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian kebisingan melalui pendekatan eliminasi dan substitusi, pengendalian teknis seperti pemasangan sekat peredam suara, pengendalian administratif seperti rotasi pekerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa <em>earplug</em>/<em>earmuff</em>.</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat