Preservation of Local Wisdom Values in Culture of Sundanese, Balinese, Lombok, and Dayak Kalimantan Communities: A Comparative Study Traditions, Beliefs, and Artistic Expressions
Kata Kunci:
Local Wisdom Tradition Belief Art Regional Culture PreservationAbstrak
The preservation of local wisdom values is a crucial effort in maintaining cultural identity and social harmony within communities. This study examines the origins and forms of local wisdom preservation in the cultures of the Sundanese, Balinese, Lombok, and Dayak Kalimantan societies through a comparative approach. The local wisdom explored in this research emerges from historical experiences, interactions with the natural environment, and distinctive belief systems in each region. Traditions such as seren taun in Sundanese culture, Hindu religious ceremonies in Bali, Sasak practices in Lombok, and Dayak rituals reflect artistic expression and spiritual values that are still maintained today. The findings indicate that preservation efforts are supported by community roles, traditional leaders, and adaptation to social change. It is recommended that an integrative approach be adopted to sustain local wisdom values effectively.
Unduhan
Referensi
Basyari, I. W. (2014). Nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom): Tradisi Memitu pada masyarakat Cirebon. Jurnal Ilmiah Wahana, 17(3), 48–56
Estherlina, E., & Fatima, I. (2022). Kearifan Lokal, Modal Sosial dan Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Analisis, 13(2). https://doi.org/10.37478/als.v13i2.2938
Fathoni, M. (2023). Konvergensi simbolik dalam pelestarian budaya berbasis digital. Restorica: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Perencanaan, 9(2), 1–9. https://doi.org/10.33084/restorica.v9i2.5573
Fitriani, M. (2023). Local tradition-based multicultural education management: A case study of Perang Topat. El-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 17(1), 43–54. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v17i1.8503
Hidayah, N. (2017). Pengembangan Pariwisata Daerah Berbasis Kearifan Lokal. Universitas Brawijaya.
Hunaepi, H., et al. (2020). Pengembangan Model Inkuiri Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPA. Scholaria, 10(1).
Jaya, I. N. (2019). Implementasi Tri Hita Karana dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Jayadi, S., Sutisna, T., & Khaeruddin, K. (2018). Interaksi sosial dalam tradisi Perang Topat. Jurnal Analisa Sosiologi, 6(2), 179–187. https://doi.org/10.20961/jas.v6i2.18466
Jayaningsih, W. (2023). Implementasi nilai Tri Hita Karana dalam pendidikan karakter siswa sekolah dasar di Bali. Jurnal Pendidikan Karakter Lokal, 5(1), 32–42.
Johani, M., Suriani, E., & Hidayat, A. (2021). Pengaruh budaya modern terhadap minat remaja pada tradisi lokal. Jurnal Citizenship Virtues, 1(2), 105–112. https://doi.org/10.37640/jcv.v1i2.1007
Kertiasih, N. (2024). Tri Hita Karana dalam konteks pelestarian lingkungan. Multidisciplinary Science Journal, 6(10), 88–96. https://doi.org/10.31893/multiscience.2024167
Khoiriyah, Z. (2023). Relevansi tradisi terhadap pendidikan karakter. JHC Education Journal, 1(1), 53–60. https://doi.org/10.33830/jhce.v1i1.5826
Lubis, N. (2021). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam sistem pembelajaran. Jurnal Pendidikan Nusantara, 5(2), 45–55.
Nuranisa, H. (2023). Komersialisasi tradisi dan tantangan pelestarian budaya lokal. Jurnal Mandala Budaya, 11(1), 14–22.
Purba Kencana, J., & Marianta, Y. I. W. (2023). Peran kaum muda Desa Labang dalam upaya pelestarian budaya suku Dayak Kebahan. Jurnal Budaya Nusantara, 6(1), 214–220.
Saeful, I., & Saputra, S. (2020). Kearifan lokal masyarakat Sunda sebagai identitas nasional. Prosiding Seminar Nasional Kewarganegaraan, 67–70.
Samsuri, T., Sutajaya, I. M., Suja, W., Astawa, I. B. M., Pahriah, P., & Sukroyanti, B. A. (2024). Sinergi tradisi Perang Topat dan Tri Hita Karana: Studi hubungan antara religi, sosial, dan lingkungan dalam masyarakat Lombok. Empiricism Journal, 5(2), 381–395. https://doi.org/10.36312/ej.v5i2.2480
Thoban, M. A. A., & Warlina, L. (2017). Ekowisata dan kearifan lokal di Tana Toraja. Jurnal Wilayah dan Kota, 9(1), 20–28.
Throsby, D. (2001). Economics And Culture. Cambridge: Cambridge University Press.
Triwulandari, I. G. A. A. M. (2019). Reorientasi hukum nasional dengan nilai kearifan lokal: Pendekatan pluralisme hukum dalam sistem hukum Indonesia. Gema Keadilan, 10(2), 110–120.











