The Values of Local Wisdom in the Bretes (Seven-Month) Tradition among the Community of Jeringo Village, Gunungsari District, West Lombok Regency
Kata Kunci:
Bretes, Local Wisdom, Seven-Month Tradition, Mutual Cooperation, Sasak Community, Cultural PreservationAbstrak
This study aims to analyze the values of local wisdom embedded in the Bretes (seven-month) tradition in the community of Jeringo Village, Gunungsari District, West Lombok Regency, as well as the strategies employed to preserve it. A qualitative approach with a case study design was used, involving observations, in-depth interviews, and documentation as data collection techniques. The findings indicate that the Bretes tradition embodies a wide range of local wisdom values, including mutual cooperation, togetherness, social solidarity, religiosity, gratitude, charity, kinship, care, and educational significance. This tradition not only reinforces cultural identity and social cohesion but also serves as a medium for moral and spiritual education for younger generations. Preservation strategies include intergenerational transmission, active community participation, integration of religious and social values, and documentation and dissemination to youth. The findings underscore the relevance of the Bretes tradition as a medium for value transfer, strengthening solidarity, and integrating customary practices with religion, highlighting the importance of preserving local wisdom amid the challenges of modernization. The study contributes theoretically to understanding the role of local wisdom in shaping community character and practically as a reference for the development of cultural preservation programs.
Unduhan
Referensi
Abdullah, W., Wibowo, P. A. W., Hidayati, I. W., & Nurkayatun, S. (2021). Kearifan lokal Jawa dalam tradisi mitoni di Kota Surakarta (Sebuah tinjauan etnolinguistik). Jurnal Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture, 3(1).
Amrullah, T., Nurhalimah, N., Nurmalasari, N., & Apriliani, D. (2025). Pendidikan dan pengaruhnya terhadap mobilitas sosial. MHS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keislaman, 1(2), 101–113.
Fahmi, B. (2022). Nilai-nilai sosial dalam lirik lagu “Doa Pengobral Dosa” karya Iwan Fals. Jurnal Skripsi Mahasiswa.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.
Halimatussa’diyah, H. D., Fauzi, L. M., & Satriawan, R. (2025). Eksplorasi konsep matematika dan nilai-nilai pendidikan dalam tradisi Bretes pada masyarakat suku Sasak di Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 975–983.
Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis data penelitian kualitatif: Konsep, teknik, dan prosedur analisis. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Hidayat, M. (2022). Inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal di desa-desa Sasak. Jurnal Pendidikan Lokal, 5(2), 45–58.
Kluckhohn, C. (1951). Values and value-orientations in the theory of action: An exploration in definition and classification. Cambridge, MA: Harvard University.
Muntaha, A. (2023). Nilai kearifan lokal dalam tradisi Bekarang di Desa Jambi Kecil sebagai alternatif bahan pembelajaran di SMA (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).
Ningsih, D. P., Apriawan, A., Suryadmaja, G., & Rahmadi, D. S. (2024). Socio-cultural study on the implementation of Regional Regulation No. 5 of 2021 on the prevention of early marriage in Sekarteja Village, East Lombok Regency. (5), 872–880.
Pamungkas, S. K., Isawati, I., & Yunianto, T. (2020). Implementasi nilai-nilai kearifan lokal gotong royong dalam pembelajaran sejarah. Candi: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah, 18(2), 82–96.
Robiyanti, D. (2025). Tradisi adat Jawa tujuh bulan pada ibu hamil (Tingkeban) Desa Citaman Jernih Susun VII Jln. Garuda Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Journal Scientific of Mandalika (JSM), 6(1), 176–186.
Rofiq, A. (2019). Tradisi slametan Jawa dalam perspektif pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2), 93–107.
Sinaga, H., Eriawaty, E., & Putri, W. U. (2024). Analisis pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal khas suku Dayak. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 9(2), 371–381.
Sibarani, D. (2018). Kearifan lokal dan pendidikan karakter di Indonesia. Jurnal Pendidikan Multikultur, 3(2), 33–45.
Spranger, E. (1921). Lebensformen. Berlin: Springer.
Sugiyono, D. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Bandung: Alfabeta.
Suryadmaja, G. (2025a). Semiotic analysis of John Fiske: The meaning of the song "Senja Kala Itu" by Gading Suryadmaja. 5(03), 325–335. https://doi.org/10.58471/jms.v5i03
Suryadmaja, G. (2025b). Sosiologi seni: Memahami interaksi antara seni dan masyarakat. In D. P. Ningsih (Ed.), PT Rajawali Media Utama (I). Mataram: PT Rajawali Media Utama.
Suryadmaja, G., & Saearani, M. F. T. (2025). Cantata Deo: Jurnal musik dan seni studi estetika seni pertunjukan di era global. 3(1), 71–86.
Syamsuddin, A. (2021). Musik tradisional Lombok sebagai identitas kultural: Studi kasus masyarakat Sasak. Jurnal Seni dan Budaya Nusantara, 9(1), 55–68.
Wulandari, R. (2021). Peran tari tradisional dalam pendidikan karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 4(2), 112–123.











