Language Ethics in the Digital Era: Between Freedom of Expression and Social Responsibility
Kata Kunci:
Ethics, Language, DigitalAbstrak
Language ethics in the digital era are a crucial moral foundation for building a civilized communication civilization. Social media, as a modern public space, has shifted the function of language from a mere communication tool to a determinant of image, opinion, and social identity. However, freedom of expression is often misused as a means of spreading hate speech, sarcasm, body shaming, and hoaxes. Various studies (Rozak et al., 2023; Wijayanti et al., 2022; Ramdlanah, 2022) show that the crisis in language ethics is correlated with low digital literacy, moral degradation, and a loss of empathy in online interactions. Polite language reflects not only individual character but also national dignity. Therefore, strengthening digital literacy and language ethics education need to be integrated into the national education system as an effort to foster a civilized digital character. Amidst viral culture and the post-truth era, language ethics serves as a moral filter to maintain truth and social harmony. In conclusion, language ethics is not simply a matter of politeness, but a reflection of the nation's moral, social, and spiritual values, determining the direction of Indonesia's digital civilization.
Unduhan
Referensi
Adnyani, N. K. S., Mandriani, N. N., & Asrini, N. K. P. (2022). Internalisasi pendidikan karakter dalam pengembangan sikap tanggung jawab sosial siswa. Jurusan Ilmu Hukum FHIS, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).
Aminin Tanjung, A., Hasibuan, K. R., Fikli, I., & Rahmayani, S. (2022). Etika menggunakan bahasa. Universitas Negeri Medan.
Ananto, I., Fatimah, & Yolanda. (2024). Feminisme dalam serial Gadis Kretek karya Ratih Kumala Sari. Nivedana: Journal of Communication and Language, 5(4), 480–491. https://doi.org/10.53565/nivedana.v5i4.1382
Arifin, E. Z., & Tasai, S. (2015). Cermat berbahasa Indonesia. Akademika Pressindo.
Aritonang, A. B., Ginting, D. D. I. D. L. P., Clarissa, N., Lumbangaol, R. J., Nainggolan, S. U., & Azizah, N. (2023). Pentingnya kesadaran berbahasa: Upaya meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang benar di era digital. Universitas Negeri Medan.
Arsyad, R. M., & Nadjib, M. (2020). Kebebasan berpendapat pada media jejaring sosial: Analisis wacana Facebook dari jejaring pertemanan menuju jejaring perlawanan. Universitas Hasanuddin.
Aziz, E. A. (2020). Bahasa dan etika komunikasi. Alfabeta.
Basri, S. (2011). Pengantar ilmu politik. Indie Book Corner.
boyd, d., & Ellison, N. B. (2007). Social network sites: Definition, history, and scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13(1), 210–230.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.
Chaer, A. (2010). Kesantunan berbahasa. Rineka Cipta.
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
Delphy, C. (1984). Close to home: A materialist analysis of women's oppression. Hutchinson.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi keempat). Gramedia Pustaka Utama.
Dewi, M. D. K., Rosmaya, E., & Rasyad, S. (2022). Sosialisasi kesantunan berbahasa di media sosial pada pelajar SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon. Universitas Swadaya Gunung Jati.
Dewi, M. S. R. (2019). Islam dan etika bermedia: Kajian etika komunikasi netizen di media sosial Instagram dalam perspektif Islam. IIM Surakarta.
Djajanegara, S. W. (2000). Kritik sastra feminis: Sebuah pengantar. Gramedia Pustaka Utama.
Dwiyanto, A. (2022). Etika berbahasa di media sosial: Teori dan praktik. Rajawali Pers.
Fadil, M., Jeluhur, H., Negat, K., Tefa, A., Uly, M., & Amtiran, M. (2025). Etika dalam media sosial antara kebebasan ekspresi dan tanggung jawab digital. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 2(2), 235–246. https://doi.org/10.71153/jimmi.v2i2.289
Faisal, S. (1992). Format-format penelitian sosial. Rajawali Press.
Farwati, R., Yuliyanti, W., & Ningsih, W. P. R. (2023). Ujaran kebencian dan perundungan di dunia maya: Tantangan etika dalam ruang digital Indonesia. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Federici, S. (2004). Caliban and the witch: Women, the body and primitive accumulation. Automedia.
Firmansyah, A. H. R., Dewi, C. N., Najmiah, N., Chairunnisa, S. K., Fuadin, A., & Putri, V. I. (2023). Krisis pemahaman moral dan etika dalam penggunaan media sosial. Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 34–40.
Hootsuite & We Are Social. (2023). Digital global overview report. We Are Social Ltd.
Kemendikbud. (2020). Standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Kemendikbud. (2021). Panduan pembelajaran Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. (2021). Panduan literasi digital untuk satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Koentjaraningrat. (1997). Metode-metode penelitian masyarakat. Gramedia Pustaka Utama.
Kominfo RI. (2020). Pedoman etika digital dan literasi siber di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kridalaksana, H. (2013). Kamus linguistik. Gramedia.
Kuntowijoyo. (2001). Pengantar ilmu sejarah. Yayasan Bentang Budaya.
Kurniawan, H. (2018). Fenomena ujaran kebencian di media sosial dan upaya pencegahannya. Rosdakarya.
Laksmi. (2017). Teori interaksionisme simbolik dalam kajian ilmu perpustakaan dan informasi. Pustabiblia, 1(1).
Leech, G. (2016). Prinsip-prinsip pragmatik (M. D. Oka, Terj.). UI Press.
Lestari, D. A. (2016). Perempuan dan kretek dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala Sari (Skripsi, Universitas Airlangga). https://repository.unair.ac.id/
Lestari, D. A. (2016). Perempuan menjadi komoditas: Analisis wacana kritis terhadap iklan produk kecantikan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(1), 45–56. https://doi.org/10.24002/jik.v14i1.100
Lubis, Y. M., & Kadri, W. N. (2021). Ujaran kebencian di era digital. UIN Sumatera Utara.
Maria, V., & Maulana, A. (2021). Etika bisnis di era digital dan IT. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Moelong, L. J. (1999). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muhajir, N. (1992). Metode penelitian kualitatif. Rake Serasin.
Nadzir, M. (2003). Metode penelitian kualitatif. Ghalia Indonesia.
Ningrum, D. J., Suryadi, S., & Wardhana, D. E. C. (2020). Kajian ujaran kebencian di media sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni.
Nurgiyantoro, B. (2014). Teori pengkajian wacana. Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2017). Pengantar teori linguistik. Gadjah Mada University Press.
Palandi, E. H. (2020). Fenomena etika dan logika bahasa di era digital. Jurnal Linguistik Terapan, 10(1), 1–12.
Pranata, M. (2021). Bahaya ujaran kebencian di era digital. Prenada Media.
Pranata, M. (2021). Generasi milenial dan media digital. Prenada Media.
Purwo, B. K. (2020). Pragmatik dan pengajaran bahasa. Erlangga.
Putri, H. H., & Ermanto. (2022). Kesantunan berbahasa warganet dalam podcast Deddy Corbuzier. Diglosia, 5(4), 779–792. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i4.523
Purnama, S., & Sukarto, K. A. (2022). Penggunaan bahasa di media sosial ditinjau dari kesantunan berbahasa. Jurnal Pujangga, 8(1), 71–84.
Rahardjo, T. (2022). Etika komunikasi digital di ruang publik media sosial. Jurnal Komunikasi Nusantara, 4(2), 77–86.
Raharjo, M. (2017). Studi kasus penelitian kualitatif. UIN Malang Press.
Ramadhan, A. R., Enjang, A. S., & Ningsih, W. P. R. (2022). Etika komunikasi dalam bermedia sosial. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Ramdlanah, S., & Fikriyati, U. (2022). Perspektif Al-Qur’an tentang ujaran kebencian di media sosial. Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 1(1), 107–132.
Rozak, R. W. A., Fuadin, A., Sesar, A. R., Nabila, D. N., Agatha, J. S. M., Margaretha, J., & Rohimah, S. (2023). Relevansi karakter dalam masyarakat modern abad ke-21 dalam etika berbahasa di media sosial. Artikulasi, 3(1), 14–23.
Saifullah. (2006). Buku panduan metodologi penelitian. UIN Press.
Soekanto, S. (2009). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Suhardono, E. (1994). Teori peran: Konsep, derivasi dan implikasinya. Gramedia Pustaka Utama.
Sukamto. (1999). Kepemimpinan kiai dalam pesantren. IKAPI.
Suprayogo, I. (2009). Kyai dan politik: Membaca citra politik kyai. UIN Malang Press.
Suyanto, B., & Sutinah. (2005). Metodologi penelitian sosial. Prenada Media Group.
Suyono, & Hariyanto. (2017). Belajar dan pembelajaran. Remaja Rosdakarya.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Sanata Dharma University Press.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Tapscott, D. (2009). Grown up digital: How the net generation is changing your world. McGraw-Hill.
Tarigan, H. G. (2015). Berbicara sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Ulfiyani, S., Mualafina, R. F., Mukhlis, M., Budiawan, R. Y. S., & Sunarya, S. (2023). Edukasi etika berbahasa di media sosial bagi peserta didik SMA Teuku Umar Semarang. Universitas PGRI Semarang.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Waruwu, D. F. M., & Vera, N. (2020). Ujaran kebencian di media sosial. AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 55–69.
Wijayanti, S. H., Sihotang, K., Dirgantara, V. E., & Maytriyanti, M. (2022). Bentuk-bentuk etika bermedia sosial generasi milenial. Jurnal Komunikasi, 16(2), 129–146.
Yule, G. (2019). Pragmatics. Oxford University Press.











