Integration of Customary Criminal Law into the National Legal System: Opportunities and Challenges
Keywords:
Customary Criminal Law, Legal Integration, National Law, Principle of Legality, Restorative JusticeAbstract
The purpose of this study is to examine the advantages and disadvantages of incorporating customary criminal law within the national legal framework of Indonesia. The local justice principles of customary criminal law, which is rooted in indigenous communities, frequently diverge from those of the national criminal justice system, which is focused on legal positivism. The incorporation of customary criminal law has emerged as a key concern in legal reform with decentralization and the constitutional recognition of indigenous communities. The research method used is juridical-normative with analysis of laws and regulations and court decisions. According to the study's findings, Indonesia's law enforcement system might benefit greatly from customary criminal law, particularly in achieving restorative and contextual justice that aligns with the local values of indigenous people. The significance of living law in society as a supplement to national law is highlighted by the recognition of customary criminal law by Law Number 1 of 2023 respecting the Criminal Code. Although there are still issues with legal harmonization, the legality principle, and the limitations of customary institutions, this study also discovered that regional regulations governing customary criminal law can improve the legitimacy and efficacy of customary law enforcement.
References
Abdullah, R. H. (2015). Urgensi Hukum Adat Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Nasional. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2).
Ablisar, M. (2014). Relevansi hukuman cambuk sebagai salah satu bentuk pemidanaan dalam pembaharuan hukum pidana. Jurnal Dinamika Hukum, 14(2), 278-289.
Ardi, M. K., Kamil, M. I., Triasari, D., & Rahmat, D. (2023). Artikel Urgensi Pengaturan Tindak Pidana Adat Dalam Peraturan Tertulis Pasca Pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Wacana Hukum, 29(2), 130-145.
Ariawan, I. G. K. (2013). Metode Penelitian Hukum Normatif. Kertha Widya, 1(1).
Arifin, S. I. (2023). Rekonstruksi Sifat Melawan Hukum Pidana Materiil Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 29-42.
Arrasuli, B. K. (2023). Eksistensi Hukum Pidana Adat dalam Rancangan KUHP: Problematika Asas Legalitas dan Over-Kriminalisasi. UNES Law Review, 6(1), 722-736.
Efrianto, G. (2024). Hukum Adat. Literasi Nusantara Abadi Grup.
Fadli, M. (2024). Pengakuan Dan Perlindungan Negara Terhadap Hukum Adat Dalam Mendorong Kepatuhan Hukum Berbasis Nilai-Nilai Budaya Lokal Di Indonesia. Majalah Hukum Nasional, 54(2), 283-314.
Gregorio, E., Kusumastuti, D. A., & Komang Wijaya Kesuma, I. G. (2024). Implikasi Pelunakan Pengaturan Asas Legalitas dalam KUHPN Terhadap Konsep ‘Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat’. Jurist-Diction, 7(2).
Harmaini, H., Supeno, S., Sari, F. K., Kusaimah, K., & Antoni, E. (2024). Petatah Petitih sebagai Pedoman Etika dalam Hukum Adat. Legalitas: Jurnal Hukum, 16(2), 133-142.
Magala, A. S. (2023). Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kuhp Baru Indonesia Menurut Perspektif Hukum Progresif. Spektrum Hukum, 20(2), 115-127.
Mayasari, R. E. (2017). Tantangan hukum adat dalam era globalisasi sebagai living law dalam sistem hukum nasional. Journal Equitable, 2(1), 94-114.
Nugraha, R. S., & Silalahi, C. F. (2024). Pembaharuan Berlakunya Asas Legalitas Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. PALAR (Pakuan Law Review), 10(1), 73-81.
Putri, N. S. (2021). Memikirkan Kembali Unsur “Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat” Dalam Pasal 2 Rkuhp Ditinjau Perspektif Asas Legalitas. Indonesia Criminal Law Review, 1(1), 5.
Saebani, B. A. (2021). Metode Penelitian Hukum Pendekatan Yuridis Normatif.
Setyaningsih, N. P. A., & Kayuan, P. C. K. (2022). Kompilasi Delik Adat Dalam Peraturan Daerah Sebagai Dasar Pemidanaan Dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Jurnal Yustitia, 16(1), 71-79.
Sulistiani, S. L., & Sy, M. E. (2021). Hukum adat di Indonesia. Bumi Aksara.
Tanjung, I. (2023). Tinjauan filosofis tentang adat bersendikan syarak-syarak bersendikan kitubullah hakim dalam memutus perkara pidana diantara azas legalitas dan hukum yang hidup dalam masyarakat. Jurnal Normatif, 3(1), 255-270.
Yanto, A., & Hikmah, F. (2023). Akomodasi Hukum Yang Hidup Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional Menurut Perspektif Asas Legalitas. Recht Studiosum Law Review, 2(2), 81-91.
Zain, M. A. (2023). Peran Desa Adat Dalam Merumuskan Dan Mengimplementasikan Ketentuan Pidana Berasal Dari Hukum Yang Hidup Dalam Masyarakat Sebagaimana Diatur Dalam Kuhp Baru. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 12(1).











