The Function of State Administrative Courts in Supporting Good Government Free From Corruption
Keywords:
Justice, State Administration, Government, CorruptionAbstract
The State Administrative Court (PTUN) holds a strategic role in promoting a transparent, accountable, and corruption-free government. As a judicial mechanism to review the legality of state administrative decisions (KTUN), PTUN serves as an essential instrument for ensuring transparency, accountability, and legal certainty—core pillars of good governance. Additionally, PTUN contributes to anti-corruption efforts by addressing abuses of power within bureaucratic decision-making. Despite its importance, PTUN's effectiveness is hampered by several challenges, including low public legal awareness, limited jurisdictional reach, and insufficient integration with national anti-corruption enforcement bodies. Strengthening PTUN's institutional capacity, reforming the administrative justice system, and enhancing inter-agency collaboration are necessary steps to empower PTUN as a more effective actor in the fight against corruption. This article explores the role of PTUN in supporting good governance, identifies key obstacles to its optimal performance, and offers strategic recommendations to strengthen its contribution to a clean, law-abiding government. Ultimately, PTUN should be positioned as a vital component of Indonesia's long-term governance reform agenda.
References
Adji, O. S., (2016), Hukum Acara Perdata, Jakarta: Erlangga.
Amalia, R., (2021), Meningkatkan akuntabilitas administrasi publik melalui penguatan peran PTUN, Working Paper. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).
Antikorupsi.org, (2007), Integrasi sistem pemberantasan korupsi.
https://antikorupsi.org/id/article/integrasi-sistem-pemberantasan-korupsi
Asshiddiqie, J., (2014), Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia: Suatu Kajian Yuridis Normatif, Jakarta: Rajawali Pers.
Ariani, M., Romdoni, M., Salong, A., Sya’rani, R., Judijanto, L., Masturoh, I., ... & Dhanarto, P. A. Y. (2024). Pendidikan Anti Korupsi: Mengembangkan Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Atmosudirdjo, P., (2010). Hukum Administrasi Negara, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Dewi, S., (2023), Strategi pencegahan kerugian negara melalui pengawasan anggaran, Majalah Keuangan Negara.
Garuda Nusantara, A. H., (2012), Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Sinar Grafika.
Hamzah, A., (2015), Peran Peradilan Tata Usaha Negara dalam mewujudkan pemerintahan bersih,Jurnal Hukum dan Pembangunan, 45(3).
Hamzah, A., (2022), Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Jakarta: Prenada Media.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, (2024), Laporan Tahunan Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan, Jakarta: Kemendagri.
Manan, B. (2020). Teori dan Praktek Peradilan Administrasi. Bandung: Refika Aditama.
Marbun, S. F. (2018). Peradilan Administrasi Negara. Yogyakarta: Liberty.
Mawardi, I., (2017), PTUN belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Superadmin.com.
Nugroho, A., (2025), Prosedur pembatalan keputusan administratif di Indonesia.
Hukumonline.Https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt6273b5f0c5a2a/prosedur-pembatalan-keputusan-administratif/
Padmo Wahyono, (2019), Otonomi daerah dan pembentukan peraturan perundang-undangan, Jakarta: UI Press.
Rachmad, N., (2019), Pengujian Keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara dalam Sistem Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia (Disertasi, Fakultas Hukum Universitas Indonesia).
Rizky, A. (2021), Meningkatkan akuntabilitas administrasi publik melalui penguatan peran PTUN,
Romdoni, M. (2022). The Reconstitution of Death Criminal Imposition against Persons of Criminal Actions on Narcotics Post-Decision of the Constitutional Court Number 2-3/PUU-V/2007. LEGAL BRIEF, 11(2), 508–519. Retrieved from https://legal.isha.or.id/index.php/legal/article/view/154
Working Paper, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK).
Sudarsono, (2022), Implikasi pembatalan keputusan tata usaha negara terhadap keuangan negara, Parlementer, 15(2).











